Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Wasilah dari Sarjana Rahim

Saya memiliki seorang adik laki-laki yang sangat manja dan penuh dengan gairah hidup. Penampilannya begitu ceria dan senantiasa tersenyum dalam kondisi apa pun. Sekilas, mungkin orang hanya melihat parasnya saja yang cukup tampan. Tapi, lebih dari itu, ia punya hati yang tidak kalah tampan. Ibu kami menamainya Hafizh Haq Amarullah, yang artinya pemelihara kebenaran para pemimpin Allah. Dia lahir pada saat usianya di dalam kandungan masih tujuh bulan. Kelahirannya tiba-tiba terjadi sehabis ibu terjatuh di kamar mandi. Untungnya, ia lahir dengan selamat dan tanpa cedera. Ia tumbuh sebagai anak laki-laki periang yang hingga akhir hayatnya sulit mengucapkan popoean (jemuran dalam bahasa Sunda) dan lebih sering menyebutnya popoyan. Kami tumbuh dalam lingkungan yang sangat baik karena ibu dan ayah mendidik kami dengan penuh cinta sehingga ikatan batin antara saya dengannya terjalin begitu kuat. Dia sedih, saya pun ikut merasakannya. Dia sakit, begitu juga saya. Dari kecil hingga u

Bohong yang Seperti Rindu

© Rodolfo Clix Beberapa waktu lalu, jagat maya sempat dihebohkan dengan berita penganiayaan seniman sekaligus aktivis Ratna Sarumpaet. Di media sosial, saya melihat sebagian orang berkomentar pedas tanpa tahu informasi tersebut kredibel atau tidak. Lantas, sebagiannya lagi memasang status iba karena berita tersebut. Saat itu, saya belum tertarik dengan isu tersebut karena berita kekerasan dan menyangkutpautkannya dengan isu politik bukan keahlian saya. Keahlian saya ya begini, menulis semau saya. Hehe. Setelah pro dan kontra penganiayaan tersebut muncul, barulah tersiar kabar bahwa penganiayaan yang dilakukan terhadap RS hanyalah berita bohong alias hoax. Mendengar kabar tersebut, saya tidak lantas tertarik karena bagi saya, kebohongan bukan hal langka yang dilakukan umat manusia. Jujur, siapa yang nggak pernah bohong seumur hidupnya? Namun, distraksi akhirnya datang juga. Saat sedang asyik menulis-semau-saya, tiba-tiba saya dipertemukan dengan berita yang menyebutkan bahw

Pembalut dan Menstruasi di India

Sewaktu kecil, ibu saya sering sekali menonton film India sehingga saya bisa hafal nama-nama aktor dan aktris India pada masa itu. Saat itu, film India sepertinya identik dengan ibu-ibu dan acara tangis-tangisan. Bagi sebagian orang, film Bollywood mungkin dianggap terlalu dramatis. Apalagi, India sangat hobi memasukkan nyanyian dan tarian di dalam setiap filmnya sehingga membuat sebagian orang merasa bosan saat menontonnya. Namun, saya melihat perkembangan perfilman di India dewasa ini cukup signifikan. Selain memiliki banyak aktor yang hebat, banyak sekali film India yang mengedepankan sisi humanisme dan tema-tema inklusif di dalamnya. Salah satunya adalah film yang saya tonton baru-baru ini: Pad Man . Menstruasi dan tabu Sebagian besar masyarakat India percaya bahwa perempuan yang sedang menstruasi adalah najis sehingga dilarang memasuki kuil, ambil bagian dalam upacara keagamaan, menyiapkan makanan tertentu, dan harus diam di luar rumah sampai habis masa menstruasi. Film

Perjalanan Integritas Perempuan dalam Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Saya bukan orang yang terbiasa menonton film di bioskop ketika sedang booming. Bukan karena tidak tertarik, tapi lebih pada kebiasaan ngirit selagi muda yang terbawa sampai sekarang. Toh, nanti juga filmnya tayang di TV atau nanti juga bisa streaming. Kebetulan, saya baru bisa menonton film “Ini Kisah Tiga Dara” kemarin malam. Film yang diadaptasi dari film “Tiga Dara” ini cukup menarik perhatian saya karena diadaptasi dari film legendaris karya Usmar Ismail dan beberapa tokohnya diperankan oleh aktris dan aktor yang saya sukai. Berbeda dengan “Tiga Dara” yang ceritanya lebih sederhana dan tentu saja disajikan dengan latar kebudayaan pada zamannya (1950-an), “Ini Kisah Tiga Dara” justru lebih kompleks dan kontemporer. Film yang disutradarai Nia Dinata ini jauh lebih merepresentasikan konsep integritas perempuan dalam dunia modern, beserta tahapan yang mesti dilalui oleh perempuan untuk sampai pada tahap “berjiwa bebas”. Bagi saya, menonton “Ini Kisah Tiga Dara” tidak hanya membe

Alasan Perempuan Lebih Panjang Umur daripada Laki-laki

Selama ini, kita mungkin melihat bahwa laki-laki jauh lebih kuat daripada perempuan. Tapi, tahukah kamu beberapa penelitian menunjukkan kalau perempuan justru lebih panjang umur dibandingkan dengan laki-laki? © Rawpixel.com Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Scientific American , beberapa negara di AS menyebutkan bahwa perempuan dapat hidup sampai usia 80,1 tahun, sedangkan laki-laki hingga usia 73,4. Kasus serupa juga terjadi di Prancis dengan perbedaan angka usia harapan hidup terpaut 7,8 tahun, Inggris 5,3 tahun, Rusia lebih dari 12 tahun, dan India 0,6 tahun. Kenapa bisa begitu? Faktor biologis Selama tahun pertama kehidupan, angka kematian anak laki-laki cenderung lebih besar 25-30% dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor genetik. Jika terjadi kerusakan sel pada salah satu gen kromosom X, perempuan lebih bisa bertahan karena memiliki dua kromosom X; sedangkan laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Perbedaan inilah y