Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Kenapa Resolusi Itu Penting?

Sepenting apa resolusi buatmu? Bagi sebagian orang, resolusi mungkin adalah sesuatu yang dianggap penting untuk bisa mencapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan hadir di masa mendatang. Bagi sebagian lagi, resolusi mungkin hanya formalitas untuk membuat hidup seolah-olah terencana dengan baik. Bagi sebagiannya lagi, resolusi mungkin bukan sesuatu yang penting sehingga mereka tidak memasukkan resolusi ke dalam to-do list akhir tahun. Saya sendiri sempat berpikir bahwa resolusi adalah hal yang sangat penting dan mau tidak mau harus dicapai secara ambisius. Jika tidak, saya akan kecewa dengan diri sendiri dan merasa gagal jika tidak bisa merealisasikannya. Tapi, kemudian resolusi yang berakar ambisi itu tiba-tiba mengubah mindset saya secara perlahan-lahan. Saya mulai terlalu “keras” pada diri sendiri hingga akhirnya merasa kalah dan tak berdaya. Apakah itu makna resolusi? Tidak.  Kemudian, saya pun mulai berpikir untuk menghabiskan waktu akhir tahun dengan bersenang-senang tan

Dear Perempuan, Sadari 5 Hal Ini Jika Tak Ingin Terjebak dalam Toxic Relationship

Merasa tidak bahagia dalam suatu hubungan, tapi tidak bisa berkata “tidak” saat pasangan tetap ingin melanjutkan hubungan? Bisa jadi, kamu terjebak dalam toxic relationship. Akhir-akhir ini, banyak sekali teman yang curhat soal hubungan mereka. Mulai dari pertengkaran yang intens sampai komunikasi yang tidak sehat, bahkan rasa dendam dalam hubungan mereka. Namun, bagaimana pun perasaan para perempuan ini saat merasa tidak dicintai dan dihargai, alasan pertengkaran adalah hal normal selalu mematahkan semangat mereka untuk berhenti melanjutkan hubungan.  Jika kamu dalam kondisi yang sama, yuk sadari hal-hal berikut ini. © Pexels #1: Hubungan yang sehat nggak akan membuatmu lelah Pertengkaran adalah hal biasa dalam sebuah hubungan. Tapi, hubungan yang sehat tidak akan membuat pertengkaran menjadi sebuah kebiasaan atau sesuatu yang tidak terselesaikan dalam jangka waktu yang lama. Dalam hubungan yang sehat, kamu dan pasangan tidak akan pernah memikirkan kata “pisah” kare

Kenapa Kamu Butuh Staycation?

Berlibur sepertinya menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, terutama oleh masyarakat Ibu Kota yang lelah menjalani rutinitas di lingkungan urban yang penuh dengan polusi dan patologi. Saya sendiri termasuk tipe orang yang hobi traveling . Namun, pergi berlibur ke kota atau pulau impian sepertinya jadi tantangan tersendiri bagi saya, terutama jika jatah cuti sudah habis dan kesibukan akhir pekan pun tidak bisa dihindarkan. Selain itu, kondisi finansial juga merupakan salah satu faktor yang mungkin bagi sebagian orang wajib dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk berlibur. Untuk memenuhi kebutuhan berlibur tersebut, saya pun memilih staycation di tempat tinggal saya sendiri, yaitu Jakarta Selatan. © Pexels Apa itu s taycation ? Mengutip Kompas.com , istilah staycation berasal dari gabungan kata stay dan vacation. Istilah ini pertama kali muncul pada 2003, ketika Amerika Serikat tengah mengalami krisis keuangan. Menurut Google Dictionary , staycation adalah liburan yang

Self-harm: Jangan Hakimi Kami!

Menjadi pribadi yang tertutup dan cenderung mengalah agar tidak menyakiti orang lain merupakan salah satu penyebab munculnya sikap self-harm atau menyakiti diri sendiri. Di Indonesia, hal ini masih sering dianggap tabu. Bahkan, orang-orang cenderung menganggap self-harm sebagai perilaku berdosa, manipulatif, atau dianggap mencari perhatian (caper). Sebagai pribadi yang menurut sebagian orang sulit berkata “tidak”, saya sendiri pernah mengalami masa-masa sulit ketika tidak bisa melampiaskan kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan saya sehingga berujung pada perilaku self-harm. © Pexels Apa itu self-harm ? Self-harm adalah perilaku menyakiti diri sendiri yang biasanya dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi tekanan, rasa sakit emosional, atau bertahan dalam kondisi sulit. Perilaku seperti ini biasanya dilakukan ketika seseorang tidak bisa mengungkapkan perasaannya atau perlu melepaskan rasa sakit dan kecewa tanpa harus menyakiti orang lain.  Yang termasuk kategori self-harm e