Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Respon Liris Penyintas Kekerasan dalam Lagu “Perempuan Mati di Bawah Jembatan”

Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) 2020 Komnas Perempuan, tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di Indonesia sepanjang 2019. Berdasarkan catatan tersebut, terdapat temuan mencengangkan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan.   Dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% dan kekerasan terhadap anak perempuan meningkat sebanyak 2.341 kasus dengan kasus terbanyak adalah inses dan kekerasan seksual. Sementara itu, kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas naik 47% dibandingkan dengan tahun lalu dan korban terbanyak adalah disabilitas intelektual. Baca juga: Kenapa Perempuan Diam Saat Mengalami Pelecehan Seksual? Angka tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk terus mendorong pemerintah agar dapat menekan angka kekerasan dan mencegah terjadinya kasus-kasus serupa di masa mendatang. Selain itu, kita sebagai masyarakat juga dituntut untuk terus mengembangkan kesadaran diri dan lingkungan agar leb…

Ketika Pelakor Dihukum Lebih Kejam dari Koruptor

Saat pertama kali mendengar kata pelakor, saya berasumsi bahwa istilah tersebut merujuk pada para pelaku korupsi. Lambat laun, istilah tersebut semakin bergema ketika dikumandangkan oleh kaum hawa yang notabene adalah istri-istri atau para perempuan yang lelakinya berselingkuh dengan perempuan lain. Oh, pelakor itu “perebut laki orang”. Sejak dulu, perempuan yang menjadi bagian dari kisah cinta lelaki yang telah berpasangan memang selalu mendapat stigma di masyarakat, baik itu sebagai pasangan sah (istri kedua-ketiga-dan seterusnya) maupun bukan.  Padahal, tidak sedikit laki-laki yang pasangannya kedapatan berselingkuh, namun tidak serta-merta menjadikan pria idaman lain sang istri sebagai pebikor (perebut bini orang). Inilah yang bikin saya merasa bahwa ada yang salah dalam penggunaan dan pemaknaan istilah pelakor. Makna kepemilikan yang keliru Secara morfologis, kata perebut berasal dari kata dasar rebut yang ditambahi imbuhan pe- yang menyatakan pelaku atau alat. DalamKBBI, kata dasar r…

Self-love, Bukan Sekadar Rasa Senang

Akhir-akhir ini, mungkin kita sering mendengar orang mengatakan berbagai macam hal tentang self-love atau mencintai diri sendiri. "Kamu harus lebih mencintai dirimu sendiri."  "Kenapa kamu tidak mencintai dirimu sendiri?"  "Kalau kamu mencintai dirimu sendiri, ini tidak akan terjadi padamu!"  "Kamu tidak bisa mencintai orang lain sebelum kamu mencintai dirimu sendiri."  Apa sih sebenarnya self-love itu? Beli baju baru, koleksi make up, kuliner setiap hari, nonton film yang sedang tren, atau...  Mencintai diri sendiri bukan sekadar seberapa banyak kita membelikan tubuh kita pakaian, seberapa nyaman kita membelikan tubuh kita tempat tinggal, atau seberapa sehat kita memberikan tubuh kita makanan dan minuman. Cara kita menentukan pasangan, memilih pekerjaan, serta mengatasi masalah dalam hidup juga menentukan seberapa besar kita mencintai diri sendiri. Memaknai self-love Berbelanja barang yang disukai atau jalan-jalan keliling dunia mungkin jadi hal yang b…

Berdamai dengan Karma Buruk

Saat mendengar kata “karma”, mungkin sebagian dari kita langsung berpikir tentang pembalasan atas kesalahan besar yang pernah dilakukan seseorang atau akibat yang harus kita rasakan karena telah melakukan kesalahan. Inilah yang kemudian membentuk energi negatif di pikiran manusia sehingga cenderung tenggelam dalam penyesalan. Apa itu karma? Dalam bahasa Sansekerta, karma adalah perbuatan atau tindakan, bukan hanya apa yang kita lakukan, melainkan juga apa yang kita pikirkan dan ucapkan. Sebagian orang meyakini karma sebagai akibat dari masa lalu atau sebab yang menghasilkan akibat di masa depan. Namun, Dadashri mengatakan bahwa buah karma bukanlah hukuman atau pembalasan, melainkan konsekuensi atas niat dan apa yang kita pikirkan. Menurutnya, karma lahir dari ketidaktahuan diri dan benih-benihnya ditaburkan di kehidupan lampau, sedangkan buahnya dituai di kehidupan saat ini.  Pada dasarnya, setiap orang mengalami karma dengan tingkat tertentu. Tapi, karma tidak datang sendirian. Ada banya…