Skip to main content

Posts

Jalan Berliku Kaum Perempuan dalam Mengakses Kedamaian dan Keamanan

Pada 31 Oktober 2000, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 1325 yang menekankan perempuan sebagai peran kunci dalam pencegahan dan resolusi konflik, sekaligus menyerukan partisipasi perempuan dalam upaya pembangunan perdamaian ( peacebuilding ). Peacebuilding   sendiri adalah fondasi untuk menciptakan keamanan manusia yang berkelanjutan dan pembangunan yang adil di negara-negara konflik. Di dunia, ada setidaknya 2 miliar perempuan yang tinggal di negara-negara terdampak konflik. Mereka berjuang sangat keras untuk membangun dan mempertahankan perdamaian. Peran Perempuan dalam Perdamaian Dunia © Tima Miroshnichenko from Pexels Tanpa perempuan, tak ada kedamaian Peran perempuan dalam membangun perdamaian begitu penting karena perempuan dianggap memiliki suara dan kekuatan untuk membuat perubahan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa partisipasi perempuan dalam pencegahan dan resolusi konflik dapat meningkatkan hasil positif dalam menegakkan perdamaian dan keamanan dunia. Namun,
Recent posts

5 Tahap Burnout yang Harus Diwaspadai

Menikmati pekerjaan dan kehidupan sehari-hari tentu jadi impian hampir setiap orang. Tapi, ketika sudah menghadapi titik jenuh, yang terjadi adalah burnout, yaitu kelelahan fisik, mental, dan emosional yang disebabkan oleh stres berlebihan atau berkepanjangan.  Saat berada di bawah tekanan, kita cenderung menguras seluruh energi yang kita miliki agar tetap bertahan sehingga yang terjadi adalah kelelahan tiada henti. Mau beristirahat seharian, atau berhari-hari pun rasanya tidak cukup. Apa saja tanda-tanda burnout yang mungkin terjadi? 5 Tahap Burnout © Anna Tarazevich from Pexels 5 tahap burnout Mengutip Winona State University’s burnout study dan penelitian Calmer , berikut lima tahap yang mungkin terjadi ketika tubuh kita mengalami sindrom burnout . 1. Honeymoon phase Bukan, kita tidak berbicara soal hubungan dengan pasangan. Tapi, inilah yang fase yang dihadapi seseorang ketika mengalami burnout. Fase ini merupakan tahap kejenuhan tingkat pertama yang akan dialami dengan gejala beru

Perempuan dan Bumi: Rahim yang Patut Diperjuangkan

Sepuluh tahun lalu, saya menulis sebuah novel tentang bagaimana perempuan menjelma bumi dan sebaliknya. Mungkin kamu juga sering menemukan bagaimana bumi dipandang sangat representatif perempuan (atau sebaliknya). Terbukti, tidak sedikit istilah tentang bumi yang dikaitkan dengan feminitas, mulai dari “ibu kota” sampai “ibu pertiwi”.  Sebagai representasi “ibu pertiwi”, bumi mengandung penanda kerahiman. Sesuatu yang secara spiritual memiliki divine feminine, yaitu energi keilahian yang bersifat lemah lembut dan terasosiasi dengan kodrat melahirkan, melindungi, merawat, memelihara, memaafkan, dan menyembuhkan. Perempuan dan Bumi © Porapak Apichodilok from Pexels Dalam kosmologi timur, bumi dipandang secara feminin, sedangkan langit dipandang secara maskulin. Keduanya melambangkan hubungan dialektika yang saling melengkapi. Seperti halnya yin dan yang dalam filosofi kuno Tiongkok yang menggambarkan konsep dualisme yang saling berlawanan, namun juga saling bergantung satu sama lain. Beg

Membaca Isra Miraj dari Kacamata Relativitas hingga Feminitas

Salah satu peristiwa besar yang tercatat dalam sejarah Islam adalah Isra Miraj, yaitu perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dari Masjidilharam ke Masjidilaksa dan dilanjutkan ke Sidratulmuntaha hanya dalam waktu semalam. Dari sinilah Nabi Muhammad mendapat wahyu untuk melaksanakan salat lima waktu dan menyebarkannya kepada seluruh umat Islam. Secara etimologi , Isra berasal dari kata saro yang artinya ‘perjalanan di malam hari’, sedangkan Miraj berasal dari kata aroja yang berarti ‘naik’. Artinya, Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa berbeda yang terjadi dalam semalam. Sementara itu, burak sebagai kendaraan yang digunakan Nabi Muhammad untuk melakukan perjalanan ini pun tentu sudah tidak asing lagi, terutama di telinga umat Islam. Meski begitu, pemaknaan Isra Miraj dan burak sendiri tidak lepas dari kontroversi. Bagi sebagian orang, Isra Miraj adalah dogma; Nabi Muhammad pergi ke langit ketujuh dengan menggunakan kendaraan bernama burak . Titik, tidak bisa ditawar. Bagi sebagian ya

Merayakan Eksistensi Tanpa Perayaan

Januari lalu, saya berulang tahun. Namun, berbeda dengan momen ulang tahun di tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya berujar dalam hati, “Sepertinya saya sudah tidak butuh ucapan ulang tahun atau kado kejutan dari siapa pun.” Mestakung. Tidak satu pun teman atau keluarga yang mengucapkan selamat seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi mengadakan pesta. Apakah saya kecewa? Tidak sama sekali. Hanya bertanya-tanya dalam hati, sedekat itukah pikiran saya dengan semesta? Merayakan Eksistensi Tanpa Perayaan © Flora Westbrook from Pexels Saat masih kanak-kanak, pesta ulang tahun merupakan salah satu prioritas yang ingin saya capai. Pasalnya, hampir semua orang tua teman saya mengadakan pesta ulang tahun yang meriah untuk anak-anak mereka, baik di rumah maupun di restoran cepat saji.  Tapi, prioritas tersebut tidak pernah tercapai karena yang menjadi prioritas bagi kedua orang tua saya saat itu adalah kebahagiaan adik saya yang umurnya cuma terpaut setahun dengan saya. Pesta ulang tahun adik di