Skip to main content

Posts

Past Life Bukan Omong Kosong, Ini 11 Tanda Kamu Pernah Mengalaminya

Ketika kita memahami reinkarnasi sebagai pendewasaan atau evolusi energi jiwa, sebagian dari kita secara intuitif mengalami hal-hal yang berbeda dalam hidup yang mencerminkan usia energi yang dikenal sebagai jiwa.  Semakin kita dewasa, semakin kita berbakat dalam bidang kehidupan tertentu, maka semakin sering pula kita mengalami pengalaman kebangkitan spiritual. Berikut ini adalah beberapa tanda kalau kamu pernah bereinkarnasi. #1: Mimpi berulang Mimpi adalah cerminan dari pikiran alam bawah sadar, sedangkan mimpi berulang-ulang kadang-kadang menandakan trauma, ketakutan, atau masalah yang sedang diproses oleh otak sebagai “urusan yang belum selesai”.  Mimpi berulang berpotensi menjadi refleksi dari pengalaman kehidupan masa lalu. Banyak orang mengklaim telah mengalami peristiwa tertentu, melihat orang tertentu, atau sering pergi ke tempat-tempat tertentu dalam mimpi mereka yang terasa sangat familiar.  Misalnya, saya sering kali bermimpi tentang hidup di sebuah vihara dekat pegunungan yan…
Recent posts

Apakah Kamu Percaya Reinkarnasi?

Zaman yang serbamodern saat ini menuntut setiap orang untuk berpikir logis, termasuk dalam hal spiritual. Sayangnya, banyak hal terkait spiritual yang sering kali tidak bisa dijelaskan secara logis sehingga orang-orang yang berpikiran atau mengalami kesadaran spiritual tertentu dianggap mengalami halusinasi atau delusi, bahkan dianggap memiliki gangguan kepribadian. Berbicara soal perjalanan spiritual, sebagian orang, terutama empath mengalami kesadaran terkait masa lalu atau past life. Buat sebagian, obrolan soal past life mungkin terdengar bak drama atau imajinasi keblinger yang bikin orang susah mencernanya. Apalagi, bagi orang-orang yang percaya betul bahwa reinkarnasi itu sama sekali tidak ada di dalam hidup mereka. Well, kalau kamu tidak percaya dengan hal ini, silakan baca tulisan ini sampai selesai dan bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya! Konsep reinkarnasi dari banyak sisi Secara harfiah, reinkarnasi berarti “menjadi manusia kembali”, yaitu kepercayaan bahwa setelah kematian…

Fenomena Kurbanisasi, Mitos Islami yang Tak Terelakkan

Baru-baru ini, saya melaksanakan kurban di lingkungan rumah. Tapi, berbeda dengan kebanyakan umat Islam lainnya, saya tidak berkurban domba maupun sapi. Saya hanya mengurbankan sedikit bagian harta yang saya dapat untuk berbagi dengan orang-orang sekeliling saya. Saat salah satu tetangga saya bertanya, “Neng, ini dalam rangka apa?” Saya pun menjawab, “Insyaallah kurban.” Sontak semua yang hadir di sana mengernyitkan dahinya. Sang tetangga pun kemudian menjawab seolah mengklarifikasi, “Bukan kurban mungkin, sedekah.” Berdasarkan kejadian tersebut, saya melihat bahwa ada persepsi yang berbeda antara kurban yang saya tafsirkan dengan kurban yang selama ini melekat sebagai mitos islami. Sesuai dengan apa yang saya pelajari, kurban berasal dari kata qurban (Arab) dan karov (Ibrani) yang artinya ‘pendekatan atau mendekat (kepada Allah)’. Dalam bahasa Indonesia sendiri, kurban diartikan sebagai suatu praktik yang biasanya dilakukan oleh berbagai pemeluk agama sebagai tanda kesediaan pemeluknya un…

Energy Vampire, Si Penyerap Energi Terselubung

Pernahkah kamu merasa kelelahan saat berkomunikasi dengan seseorang? Meski begitu, sering kali kamu tidak bisa melepaskan diri dari orang tersebut karena dia mungkin adalah pasangan, sahabat, keluarga, atau bahkan orang tuamu sendiri. Orang-orang dengan energi negatif biasanya sangat cepat menyerap energi positif yang ada di dalam dirimu, merekalah yang biasa disebut energy vampire.
Menurut healthline.com, energy vampire biasanya muncul dengan kepribadian yang terlihat karismatik sehingga banyak orang mengira kalau dia merupakan sosok yang santai dan positif. Kenyataannya, energy vampire adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan orang lain atau suatu kondisi ketika ada sesuatu yang tidak beres di dalam kehidupannya. Apa yang dicarinya adalah dukungan emosional untuk meningkatkan harga dirinya. Beberapa energy vampire cenderung suka mengkritik atau bahkan merisak (bully) orang-orang yang ada di hadapannya. Hal itu dilakukan untuk sekadar bersenang-senang atau me…

Bagaimana Cara Melakukan Meditasi yang Benar?

Beberapa waktu lalu, seorang Sahabat Sufi sempat bertanya soal bagaimana cara melakukan meditasi yang benar; apakah diperlukan suatu teknik untuk mengatur napas dan memfokuskan pikiran saat meditasi? The National Center for Complementary and Alternative Medicine mendefinisikan meditasi sebagai metode pikiran-tubuh yang menggunakan berbagai teknik yang dirancang untuk memfasilitasi kapasitas pikiran untuk memengaruhi fungsi dan gejala tubuh. Dalam pandangan ini, orang yang bermeditasi perlu memusatkan perhatiannya pada pikiran, perasaan, dan sensasi yang dialaminya. Cambridge Dictionary mendefinisikan meditasi sebagai tindakan untuk memberikan perhatian atau fokus pada satu hal, baik sebagai aktivitas keagamaan maupun cara untuk menjadi tenang dan santai. Bagi saya, meditasi sama halnya dengan ibadah; kita mungkin bisa menentukan langkah-langkah teknis yang perlu dilakukan, tapi tidak mungkin untuk menerjemahkan hasil latihan spiritual ini ke dalam satu narasi atau menentukan benar atau t…

Wastafel, Tempat Terbaik Membuang Duka dan Berdialektika

Saat remaja, saya sering kali merasa kesal kepada orang tua saya karena mereka memarahi saya untuk hal-hal yang (menurut saya) sepele. Misalnya, pulang lewat jam 10 malam hanya karena saya ikut ekstrakurikuler teater, sedangkan mereka sama sekali tidak menyukainya.  Membantah amarah orang tua di masa remaja memang bak buah simalakama; kalau dilakukan jadi anak durhaka, kalau tidak dilakukan malah bikin hati merana. Iya, nggak? Tapi, saya bisa melewatinya dengan baik berkat bak mandi. Tiap kali saya merasa kesal pada orang tua, maka saya akan langsung pergi ke kamar mandi, membenamkan wajah ke dalam bak mandi selama beberapa detik sambil melihat bagaimana bulir-bulir air yang keluar dari lubang hidung dan mulut saya berbicara, “Hei, semuanya akan baik-baik saja!” Baca juga: Dikandung 9 Bulan, Apakah Anak Harus Mengabdi Selamanya? Begitulah kemudian saya berteman dengan bak mandi selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya, saya menikah di usia muda karena dorongan dari orang tua yang saat itu t…