Skip to main content

Posts

Kenapa Perempuan Diam Saat Mengalami Pelecehan Seksual?

Saya pernah mendapatkan catcalling maupun pelecehan seksual, baik di sekolah maupun tempat kerja. Tapi, saya hanya terdiam dan bertanya-tanya dalam hati, “apa pakaian saya terlalu terbuka?” atau “apa saya bersikap menggoda sehingga laki-laki memperlakukan saya seperti itu?”, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang belum pasti. Hingga suatu hari, saya pernah mendapatkan pengobatan spiritual dari seorang laki-laki yang menyuruh saya berbaring dan terdiam begitu saja ketika dia menyentuh alat kelamin saya. Selesai berobat, saya masih saja terdiam. Saat itu, saya hanya bertanya dalam hati, “apa memang pengobatannya harus begitu?” Jika saat itu saya berteriak, apakah saya akan selamat? Jika setelahnya saya melapor pada seseorang, mungkinkah hanya dianggap angin lalu? Lebih buruk lagi, mungkin akan dimarahi karena dianggap sebagai perempuan yang tidak bisa menjaga diri. Kasus pelecehan seksual sering kali mengusik telinga dan hati saya, termasuk kasus pelecehan seksual oleh Dedy Susanto yang saa…
Recent posts

Menjadi Anak Sulung: Anugerah atau Musibah?

“Enak ya jadi anak pertama, bisa nyuruh-nyuruh adiknya.” Begitu kelakar yang sering didapat anak sulung dari adik-adik atau orang-orang sekitarnya. Anak pertama memang sering kali diasumsikan sebagai individu yang dominan, perfeksionis, dan cenderung kurang fleksibel. Tapi, apa benar demikian? Beberapa waktu lalu saya sempat merasa lelah menjadi anak sulung. Bukan cuma bertugas sebagai kakak yang wajib memberi teladan yang baik, tapi juga bertugas menggantikan sebagian atau bahkan seluruh tugas orang tua jika mereka sudah tiada.
Mengalami masa percobaan yang berat Di satu sisi, anak sulung lahir sebagai kado pertama bagi orang tua sehingga mereka cenderung mendapatkan banyak perhatian yang mungkin tidak didapat adik-adiknya. Psychology Today menyebutkan, anak sulung cenderung mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tua sehingga tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri. Di sisi lain, anak sulung juga mengalami masa percobaan yang berat. Ketika orang tua memiliki anak pertama, kebanyaka…

Marriage Story, Indah Tapi Tak Menggugah

Gaung film Marriage Story sudah lama sampai ke telinga saya. Mulai dari review di media sampai Instagram stories yang mengatakan kalau film ini punya efek yang cukup dahsyat buat sebagian orang. Namun, karena kesibukan yang cukup menyita waktu, saya baru berkesempatan untuk menontonnya beberapa hari lalu dan meresensinya hari ini. Dengan rating yang cukup tinggi dari IMDb, yaitu 8.1/10, film ini membuat ekspektasi saya melambung tinggi. Apakah film ini benar-benar bisa menyita perhatian saya? Tentu. Selain karena testimoni yang mayoritas hebat, film ini juga dibintangi oleh salah satu aktris favorit saya, Scarlett Johansson.
Satu jam pertama yang membosankan Ekspektasi yang tinggi terhadap film ini membuat saya sedikit kecewa ketika dalam satu jam pertama hanya melihat adegan-adegan teatrikal yang bagi saya terasa membosankan dan sama sekali tidak menyentuh, baik nalar puitik maupun melodramatis. Namun, saya yakin akan ada hal baik yang bisa dipetik dengan menonton film ini.  Secara sinem…

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan. 
#1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirkan dengan tingkat intelektu…

Kenapa Resolusi Itu Penting?

Sepenting apa resolusi buatmu? Bagi sebagian orang, resolusi mungkin adalah sesuatu yang dianggap penting untuk bisa mencapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan hadir di masa mendatang. Bagi sebagian lagi, resolusi mungkin hanya formalitas untuk membuat hidup seolah-olah terencana dengan baik. Bagi sebagiannya lagi, resolusi mungkin bukan sesuatu yang penting sehingga mereka tidak memasukkan resolusi ke dalam to-do list akhir tahun. Saya sendiri sempat berpikir bahwa resolusi adalah hal yang sangat penting dan mau tidak mau harus dicapai secara ambisius. Jika tidak, saya akan kecewa dengan diri sendiri dan merasa gagal jika tidak bisa merealisasikannya. Tapi, kemudian resolusi yang berakar ambisi itu tiba-tiba mengubah mindset saya secara perlahan-lahan. Saya mulai terlalu “keras” pada diri sendiri hingga akhirnya merasa kalah dan tak berdaya. Apakah itu makna resolusi? Tidak.  Kemudian, saya pun mulai berpikir untuk menghabiskan waktu akhir tahun dengan bersenang-senang tanpa perlu …