Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #Sosok

Surat untuk Matilda

Ini bukan surat biasa, melainkan ruang sunyi yang ingin saya buka, untuk seseorang yang pernah memanggil saya “Matilda”. Surat untuk Matilda © 123rf Suatu malam, kami pernah berbicara dari hati ke hati tentang luka dan rasa sakit yang pernah kami alami. Saya ingat betul ketika dia berkata, “Selama ini aku selalu kepingin jadi Matilda. Tapi, hari ini, aku ketemu kamu kok rasanya seperti ketemu Matilda ya.” Sejak saat itu, obrolan seputar Matilda menjadi sesuatu yang menarik bagi kami. Baginya, Matilda adalah sosok yang diharapkan bisa menjadi dirinya. Bagi saya, Matilda adalah sosok unik yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan rasa kami. Kini, setelah kepergiannya, kalimat itu terngiang kembali. Rasanya seperti pesan terakhir yang dititipkannya sebelum ia benar-benar hilang. Perkenalan yang Bukan Kebetulan Sebut saja ia Matilda, atau M. Saya dan M terpaut usia 10 tahun. Namun, kami tidak pernah merasa bahwa usia adalah penghalang bagi kami untuk bisa berbagi banyak hal. Perkenal...

Mereka Perempuan, Mereka Pahlawan: yang Menjaga Keanekaragaman dan Merawat Eksistensi (Bag. I)

Ditulis oleh Abroorza A. Yusra . Seorang pengantar kue.  Revisi terakhir tulisan tanggal 18 September 2020 (Disunting oleh Perempuan Sufi) Semasa berkuliah, saya pernah membuat cerita pendek yang bertemakan feminisme. Kisahnya: tokoh ‘aku’ cerpen pergi ke suatu negara untuk meliput turnamen besar sepakbola. Di sana, bukan melulu soal sepakbola yang ditemukannya, melainkan juga perlawanan ideologis terhadap turnamen tersebut. Para feminis berdemo sambil bertelanjang dada ( topless ). Kata mereka, “Piala Dunia hanya menahbiskan kekuasaan patriarki. Bentuk pialanya saja sudah seperti anu lelaki!” Tokoh ‘aku’ lalu bertemu dengan seorang perempuan senegara. Bukan perempuan yang baru kenal. Dahulu mereka pernah dekat. Bukan sekadar dekat, melainkan teman tapi mesra. Tentu mereka saling terkejut dengan pertemuan tanpa rencana itu. Bagi tokoh ‘aku’, perempuan itu memiliki arti yang sangat mendalam. Memori masa lalu menyeruak kembali mengisi imaji dan otaknya: ketika perempuan itu menjejali...

Pesan Misterius dari Kurt Cobain, Sang Rocker Feminis

Saya sering kali “terjebak” dalam lingkaran energi misterius yang entah datang dari mana. Salah satunya ketika energi Kurt Cobain mencolek energi saya tiap kali dia atau anaknya berulang tahun. Saya tidak pernah benar-benar menjadi fanatik terhadap Cobain ataupun anaknya. Tapi, hampir setiap tahun saya selalu “diingatkan” untuk mengingat hari lahir Cobain (yang kebetulan tanggal lahirnya sama dengan almarhum adik saya) dan Frances Bean Cobain.  Beberapa tahun lalu, saya tiba-tiba teringat Cobain dan mencari tahu tentang kehidupannya. Tapi, tidak sepenuhnya, hanya sampai pada penemuan film dokumenter berjudul Kurt Cobain: Montage of Heck. Beberapa tahun kemudian, saya “diingatkan” kembali untuk mengingatnya dengan mengunjungi sebuah situs yang di dalamnya terdapat berita utama terkait kehidupan Frances Bean Cobain. Setelah googling, barulah saya tahu kalau hari itu Frances sedang berulang tahun. Saya pun bilang kalau ayahnya titip pesan pada saya untuk mengucapkan selamat ulang tah...

Respon Liris Penyintas Kekerasan dalam Lagu “Perempuan Mati di Bawah Jembatan”

Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) 2020 Komnas Perempuan , tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di Indonesia sepanjang 2019. Berdasarkan catatan tersebut, terdapat temuan mencengangkan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan.   © Yab Sarpote Dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% dan kekerasan terhadap anak perempuan meningkat sebanyak 2.341 kasus dengan kasus terbanyak adalah inses dan kekerasan seksual. Sementara itu, kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas naik 47% dibandingkan dengan tahun lalu dan korban terbanyak adalah disabilitas intelektual. Baca juga: Kenapa Perempuan Diam Saat Mengalami Pelecehan Seksual? Angka tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk terus mendorong pemerintah agar dapat menekan angka kekerasan dan mencegah terjadinya kasus-kasus serupa di masa mendatang. Selain itu, kita sebagai masyarakat juga dituntut untuk terus mengembangka...