Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2019

Banyak Jalan Menuju Perdamaian Dunia

Dalam dekade terakhir, perdamaian dunia telah mengalami penurunan akibat perang saudara, terorisme, dan kekerasan akibat tingkat kemiskinan yang juga tinggi. Dampak kekerasan terhadap ekonomi global ini berkisar antara 1,988 USD per orang atau setara dengan 12,4% dari PDB global. Tapi, orang miskin lebih mudah terkena dampak dari konflik-konflik tersebut sehingga pada 2030, hampir setengah dari penduduk miskin di dunia diperkirakan akan hidup dalam situasi yang terpengaruh oleh konflik.  Penelitian terbaru PBB dan Bank Dunia membuktikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan mendesak bagi masyarakat internasional, diperlukan upaya pembangunan masyarakat yang damai dan mencegah konflik kekerasan. Hal ini diperhitungkan mampu menghemat antara 5-70 miliar USD per tahun. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung perdamaian dunia? Mengutip World Economic Forum, berikut ulasannya. 1. Jelajahi tempat-tempat baru untuk berbisnis Risiko keamanan, besarnya biaya, dan reputasi yang buruk menyebabkan s…

Krisis Ekonomi dan Degradasi Moral dalam Film Parasite

Bagi saya, film Korea selalu memberikan warna baru buat wawasan perfilman saya. Bukan hanya soal visualisasi yang dramatis, tapi juga soal esensi yang realistis. Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk menonton film Korea berjudul Parasite. Film ini bercerita tentang keluarga miskin yang terpaksa tinggal di lingkungan basement yang kumuh sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan berbagai akses layanan publik. Dimulai dengan mitos teknologi Dalam film ini, teknologi menjadi salah satu mitos yang dihadirkan untuk merepresentasikan kehidupan masyarakat modern. Internet seolah-olah menjadi kebutuhan primer yang mesti dipenuhi, meski dalam kondisi krisis sekali pun. Mencari sinyal untuk bisa berkomunikasi menjadi salah satu catatan penting yang ditorehkan dalam film ini. Bagaimana media sosial menjadi mitos baru yang bisa “menghidupi” masyarakat dengan hanya sekali tap. Dari pesan WhatsApp yang diterima sang anak, keluarga Kim Ki Taek akhirnya memperoleh pekerjaan untuk melipat kotak pi…

Kenapa Mesti Bayar Pajak? Infak Saja Cukup Kok!

Beberapa waktu lalu, saya disibukkan dengan urusan pajak karena nama saya tidak tertera di kantor pajak dan NPWP saya pun dibilang sudah tidak aktif. Padahal, saya rutin membayar pajak dan ketika akan melapor, petugas pajak yang sepertinya masih newbie pun menjawab, “Aduh, saya juga nggak ngerti. Kok bisa ya nama Mbak nggak terdaftar di sini.” Akhirnya, saya pun harus mendaftar NPWP baru. Nah, yang saya pertanyakan adalah ke manakah mengalirnya uang pajak yang selama ini saya setorkan? Hanya Tuhan yang tahu.  Sebagai orang yang dibesarkan dalam lingkungan Islam, saya memahami bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk membayarkan infak sebesar 2,5 persen dari seluruh penghasilan yang diperoleh. Kalau dibandingkan dengan wajib pajak yang besarannya berkisar antara 5 sampai 30 persen, tentu jauh berbeda. Padahal, jika seluruh muslim membayar pajak sebesar 2,5 persen saja, saya pikir sudah bisa mencukupi kebutuhan orang-orang kurang mampu di lingkungan kita. Dengan begitu, pemerintah nggak perlu…