Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

Fenomena Kurbanisasi, Mitos Islami yang Tak Terelakkan

Baru-baru ini, saya melaksanakan kurban di lingkungan rumah. Tapi, berbeda dengan kebanyakan umat Islam lainnya, saya tidak berkurban domba maupun sapi. Saya hanya mengurbankan sedikit bagian harta yang saya dapat untuk berbagi dengan orang-orang sekeliling saya. Saat salah satu tetangga saya bertanya, “Neng, ini dalam rangka apa?” Saya pun menjawab, “Insyaallah kurban.” Sontak semua yang hadir di sana mengernyitkan dahinya. Sang tetangga pun kemudian menjawab seolah mengklarifikasi, “Bukan kurban mungkin, sedekah.” Berdasarkan kejadian tersebut, saya melihat bahwa ada persepsi yang berbeda antara kurban yang saya tafsirkan dengan kurban yang selama ini melekat sebagai mitos islami. Sesuai dengan apa yang saya pelajari, kurban berasal dari kata qurban (Arab) dan karov (Ibrani) yang artinya ‘pendekatan atau mendekat (kepada Allah)’. Dalam bahasa Indonesia sendiri, kurban diartikan sebagai suatu praktik yang biasanya dilakukan oleh berbagai pemeluk agama sebagai tanda kesediaan pemeluknya un…

Energy Vampire, Si Penyerap Energi Terselubung

Pernahkah kamu merasa kelelahan saat berkomunikasi dengan seseorang? Meski begitu, sering kali kamu tidak bisa melepaskan diri dari orang tersebut karena dia mungkin adalah pasangan, sahabat, keluarga, atau bahkan orang tuamu sendiri. Orang-orang dengan energi negatif biasanya sangat cepat menyerap energi positif yang ada di dalam dirimu, merekalah yang biasa disebut energy vampire.
Menurut healthline.com, energy vampire biasanya muncul dengan kepribadian yang terlihat karismatik sehingga banyak orang mengira kalau dia merupakan sosok yang santai dan positif. Kenyataannya, energy vampire adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan orang lain atau suatu kondisi ketika ada sesuatu yang tidak beres di dalam kehidupannya. Apa yang dicarinya adalah dukungan emosional untuk meningkatkan harga dirinya. Beberapa energy vampire cenderung suka mengkritik atau bahkan merisak (bully) orang-orang yang ada di hadapannya. Hal itu dilakukan untuk sekadar bersenang-senang atau me…

Bagaimana Cara Melakukan Meditasi yang Benar?

Beberapa waktu lalu, seorang Sahabat Sufi sempat bertanya soal bagaimana cara melakukan meditasi yang benar; apakah diperlukan suatu teknik untuk mengatur napas dan memfokuskan pikiran saat meditasi? The National Center for Complementary and Alternative Medicine mendefinisikan meditasi sebagai metode pikiran-tubuh yang menggunakan berbagai teknik yang dirancang untuk memfasilitasi kapasitas pikiran untuk memengaruhi fungsi dan gejala tubuh. Dalam pandangan ini, orang yang bermeditasi perlu memusatkan perhatiannya pada pikiran, perasaan, dan sensasi yang dialaminya. Cambridge Dictionary mendefinisikan meditasi sebagai tindakan untuk memberikan perhatian atau fokus pada satu hal, baik sebagai aktivitas keagamaan maupun cara untuk menjadi tenang dan santai. Bagi saya, meditasi sama halnya dengan ibadah; kita mungkin bisa menentukan langkah-langkah teknis yang perlu dilakukan, tapi tidak mungkin untuk menerjemahkan hasil latihan spiritual ini ke dalam satu narasi atau menentukan benar atau t…

Wastafel, Tempat Terbaik Membuang Duka dan Berdialektika

Saat remaja, saya sering kali merasa kesal kepada orang tua saya karena mereka memarahi saya untuk hal-hal yang (menurut saya) sepele. Misalnya, pulang lewat jam 10 malam hanya karena saya ikut ekstrakurikuler teater, sedangkan mereka sama sekali tidak menyukainya.  Membantah amarah orang tua di masa remaja memang bak buah simalakama; kalau dilakukan jadi anak durhaka, kalau tidak dilakukan malah bikin hati merana. Iya, nggak? Tapi, saya bisa melewatinya dengan baik berkat bak mandi. Tiap kali saya merasa kesal pada orang tua, maka saya akan langsung pergi ke kamar mandi, membenamkan wajah ke dalam bak mandi selama beberapa detik sambil melihat bagaimana bulir-bulir air yang keluar dari lubang hidung dan mulut saya berbicara, “Hei, semuanya akan baik-baik saja!” Baca juga: Dikandung 9 Bulan, Apakah Anak Harus Mengabdi Selamanya? Begitulah kemudian saya berteman dengan bak mandi selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya, saya menikah di usia muda karena dorongan dari orang tua yang saat itu t…

Berdamai dengan Male Ego Tak Berarti Kalah

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti dialog spiritual dan meditasi bersama Anand Krishna. Dalam dialog tersebut, kami membahas bagaimana male ego memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk spiritual. Kali ini, kita akan terlebih dahulu berbicara soal apa itu male ego atau ego laki-laki dan kenapa pengaruhnya begitu kuat dalam kehidupan kita. Ego laki-laki menurut para pakar Menurut para psikolog dan psikoterapis akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ego pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai “diri”. Sementara itu, Sigmund Freud mendefinisikan ego sebagai bagian dari pikiran yang bertanggung jawab untuk bertindak sebagai "mediator" antara kekuatan id dan dorongan superego. Ego tidak hanya berhubungan dengan diri sendiri, tapi juga orang lain sehingga ia berperan penting dalam memelihara hubungan antarmanusia. Sementara itu, ego laki-laki bukan hanya sekadar refleksi individu, tetapi juga definisi budaya tentang maskulinitas dan ide-ide tentang bagaimana laki-laki harus berpi…