Menjadi janda di usia muda tidak lantas membebaskan saya dari stigma. Ada banyak hal yang membuat saya kerap merasa jengah karena ketika mendengar kata “janda”, ada banyak telinga dan mata yang tiba-tiba berubah menjadi agresif. Ada yang tiba-tiba berusaha empatik dengan menanyakan alasan kenapa saya menjanda atau cuma sekadar bilang, “Maaf ya, saya nggak tahu.”; ada yang tiba-tiba berubah jadi serigala dan menawarkan macam-macam “bantuan” yang sebenarnya nggak dibutuhkan, “Kalau butuh teman, hubungi saya aja.”; ada yang pura-pura nggak kenapa-kenapa, tapi di belakang berseliweran kasih info sana-sini; atau ada juga yang berusaha santai-tapi-salah dengan melemparkan lelucon yang sebenarnya tidak layak disampaikan. Mulai dari mengomentari fisik, “Pantesan seksi banget, ya.” sampai mengomentari psikis, “Wah, janda biasanya lebih dewasa nih!” yang pada akhirnya berujung pada stigma “janda itu penggoda”, “janda itu kesepian”, dan macam-macam stigma negatif lain yang memang sudah tumbuh ...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.