Skip to main content

Self-love, Bukan Sekadar Rasa Senang

Akhir-akhir ini, mungkin kita sering mendengar orang mengatakan berbagai macam hal tentang self-love atau mencintai diri sendiri.
Cara Mencintai Diri Sendiri
© Designecologist  from Pexels
"Kamu harus lebih mencintai dirimu sendiri." 
"Kenapa kamu tidak mencintai dirimu sendiri?" 
"Kalau kamu mencintai dirimu sendiri, ini tidak akan terjadi padamu!" 
"Kamu tidak bisa mencintai orang lain sebelum kamu mencintai dirimu sendiri." 
Apa sih sebenarnya self-love itu? Beli baju baru, koleksi make up, kuliner setiap hari, nonton film yang sedang tren, atau... 
Mencintai diri sendiri bukan sekadar seberapa banyak kita membelikan tubuh kita pakaian, seberapa nyaman kita membelikan tubuh kita tempat tinggal, atau seberapa sehat kita memberikan tubuh kita makanan dan minuman. Cara kita menentukan pasangan, memilih pekerjaan, serta mengatasi masalah dalam hidup juga menentukan seberapa besar kita mencintai diri sendiri.
Memaknai self-love
Berbelanja barang yang disukai atau jalan-jalan keliling dunia mungkin jadi hal yang baik dan menyenangkan. Tapi, apakah itu semua benar-benar tindakan yang tepat untuk merepresentasikan self-love?
Mencintai diri sendiri bukan sekadar seberapa banyak hal yang kita inginkan dapat terwujud atau seberapa senang perasaan kita saat melakukan sesuatu. Lebih dari itu, mencintai diri sendiri adalah bentuk penghargaan tertinggi yang kita berikan sekaligus terima terhadap diri sendiri.
Pernah suatu hari, saya mendapat pertanyaan dari seseorang, “Kenapa sih banyak orang senang kalau ada kamu?”
Spontan saya menjawab, “Karena saya mencintai diri saya sendiri.”
Seketika, saya kaget karena jawaban itu terlontar begitu saja dari mulut saya. Tapi, setelah saya renungkan, itulah jawaban paling tepat yang bisa saya berikan. Ya, mencintai diri sendiri tidak hanya membentuk kepribadian yang lebih baik dan matang, tapi juga memberikan lingkungan sekitar kita dampak yang juga positif. Saat saya merasa sangat mencintai diri saya, maka saya akan dengan sepenuh hati melakukan berbagai hal positif sehingga orang lain bisa melihat apa yang saya lihat dalam diri saya dan merasakan apa yang saya rasa dari diri saya. 
Bagaimana mencintai diri sendiri?
Mengutip Psychology Today, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk lebih mencintai diri sendiri:
  • Memiliki kesadaran diri. Orang yang mencintai diri sendiri cenderung menyadari apa yang dia pikirkan, rasakan, dan inginkan. Itu sebabnya, orang lain akan melihat hal yang sama sehingga semesta bekerja sama untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
  • Bertindak sesuai kebutuhan. Orang yang mencintai diri sendiri tahu bahwa apa yang dia lakukan bukanlah berdasarkan ego semata, melainkan berdasarkan pertimbangan matang tentang apa saja yang dibutuhkan di dalam hidupnya. 
  • Melakukan perawatan diri. Orang yang mencintai diri sendiri akan memberikan yang terbaik untuk keberlanjutan tubuhnya, seperti mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, melakukan meditasi, tidur yang cukup, dan bersosialisasi dengan sehat.
  • Berani bilang “tidak”. Kalau kamu merasa keberatan dengan suatu hal, baik itu berkaitan dengan pasangan, pekerjaan, atau pertemanan, saatnya katakan “tidak” dan hindari memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak nyaman dilakukan.
  • Melindungi diri sendiri. Bukan cuma melindungi fisik, tapi juga melindungi emosi dan spiritual dari orang-orang atau lingkungan yang tidak baik. Percayalah kalau orang yang benar-benar mencintai dan mendukungmu tidak akan menghancurkanmu.
  • Memaafkan diri sendiri. Inilah yang sering kali kita lupakan terhadap diri sendiri. Sering kali kita menyalahkan diri sendiri untuk sesuatu yang telah atau sedang terjadi. Tapi, pernahkah kita memaafkan, merangkul, dan menyemangati diri sendiri untuk melupakan masa lalu dan menatap masa depan?
  • Bersyukur. Tidak ada yang sempurna di dunia ini dan kita harus menyadari itu. Bersyukur dengan semua kelebihan dan kekurangan diri sendiri akan menjadikan diri kita lebih matang dalam hidup dan lebih mudah untuk berbahagia.
Jadi, sudahkah kamu mencintai diri sendiri dengan layak?

Comments

Bacaan Populer

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berbeda, menyadari bagaimana perasaan orang …

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini!
Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran spiritual, seluruh dunia di luar fisik atau bisa kita sebut sebag…

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan. 
#1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirkan dengan tingkat intelektu…

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng-cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women, disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik. Mitos kecantikan sendiri merupakan bagian dari alat femin…

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini?
Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi, Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan) harus menaati Adam (laki-laki). Kisah tentan…