Saya bukan orang yang memahami digital sepenuhnya. Bahkan, bisa dibilang, saya adalah orang gagap teknologi yang berjodoh dengan dunia digital. Sejak 2012, saya berkecimpung di dunia media digital. Lalu, pada 2016, saya pindah haluan ke agensi digital. Sama seperti orang awam lainnya, saya cukup terkejut saat pertama kali mengetahui bahwa uang yang harus dikeluarkan untuk menjalankan sebuah bisnis dengan konsep dan strategi digital tidaklah kecil (malah bisa dibilang mahal sih, ya!). Dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan calon klien yang menilai bahwa biaya yang harus mereka keluarkan jika menggunakan jasa agensi digital berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan jika mereka menjalankan strategi digital sendiri (ya iyalah, bikin bakso sendiri juga pasti lebih murah daripada beli bakso di warung Pak Kumis). Itu analogi awamnya. Kalau jawaban teknis dan praktisnya, silakan tanya pada ahlinya. (Lah, terus saya mau nulis apa?) Kali ini, saya tidak akan membahas...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.