Saya bukan orang yang terbiasa menonton film di bioskop ketika sedang booming. Bukan karena tidak tertarik, tapi lebih pada kebiasaan ngirit selagi muda yang terbawa sampai sekarang. Toh, nanti juga filmnya tayang di TV atau nanti juga bisa streaming. Kebetulan, saya baru bisa menonton film “Ini Kisah Tiga Dara” kemarin malam. Film yang diadaptasi dari film “Tiga Dara” ini cukup menarik perhatian saya karena diadaptasi dari film legendaris karya Usmar Ismail dan beberapa tokohnya diperankan oleh aktris dan aktor yang saya sukai. Berbeda dengan “Tiga Dara” yang ceritanya lebih sederhana dan tentu saja disajikan dengan latar kebudayaan pada zamannya (1950-an), “Ini Kisah Tiga Dara” justru lebih kompleks dan kontemporer. Film yang disutradarai Nia Dinata ini jauh lebih merepresentasikan konsep integritas perempuan dalam dunia modern, beserta tahapan yang mesti dilalui oleh perempuan untuk sampai pada tahap “berjiwa bebas”. Bagi saya, menonton “Ini Kisah Tiga Dara” tidak hanya membe...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.