Sejak kecil, saya selalu senang menonton film-film superhero . Mulai dari Power Rangers, Kura-Kura Ninja, Sailor Moon, sampai Ninja Hattori. Aih , tontonannya nggak kekinian ya? Iya, itu waktu kecil. Seiring berjalannya waktu, saya menarik diri dari film-film superhero . Kenapa? Karena pada saat remaja, saya sadar bahwa film-film tersebut hanyalah representasi orang-orang marginal yang berkhayal untuk menjadi terkenal atau setidaknya fenomenal. Hampir semua film superhero menggambarkan sosok unik yang di- bully hanya karena perbedaan tertentu, lantas mendapat karunia dari semesta untuk menjadi manusia kuat dan superhebat. Bagi manusia pada umumnya, tontonan seperti itu mungkin bisa jadi sangat menghibur. Tapi, bagi saya (orang yang sering di- bully ), cerita superhero tidak lebih dari sekadar pemberi harapan palsu. Di satu pihak, film-film tersebut memang menawarkan imajinasi dan harapan tak terhingga yang membuat saya merasa layak untuk diperhatikan dan diapresiasi. Namun,...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.