Perempuan dan Kekerasan Simbolik © Ksenia Chernaya from Pexels Beberapa minggu lalu, seorang kakek yang merupakan kerabat jauh dari ayah saya telah dipanggil ke pangkuan Tuhan. Kakek itu hidup sebatang kara setelah istrinya meninggal beberapa tahun silam. Beliau tidak memiliki anak dan juga tidak memiliki kerabat lain selain keluarga kami sehingga hanya keluarga kami yang dapat mengurusnya. Setelah menghembuskan napas terakhir, kami menyadari bahwa kami tinggal di sebuah daerah yang kental akan budaya dan adat istiadat. Untuk memenuhi kebutuhan dalam bermasyarakat tersebut, ritual tahlil dan upacara selamatan diadakan sejak hari pertama kakek meninggal hingga hari ke tujuh. Mulai dari hari pertama beliau meninggal sampai hari ke tujuh tersebut, ritual ngaji di rumah kami diadakan tiga kali sehari selama seminggu penuh. Pagi hari, saat fajar, kami harus menyajikan kurang lebih 50 tamu sarapan dan malam hari kami harus menyajikan kurang lebih 65 tamu jamuan jajanan ataupun makan mal...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.