Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Permasalahan Perempuan

Kenapa Chat yang Tidak Dibalas Bikin Baper?

Saya bukan tipe orang yang gampang baper kalau lihat pasangan chat dengan mantan kekasihnya karena bagi saya, romantisme tidak berakhir hanya karena percakapan dua insan yang pernah merajut kasih saling bersilaturahmi. Itu saya, mungkin lain lagi dengan kamu. Tapi, ada satu hal yang bisa membikin saya baper dan berujung pada kemarahan, kekecewaan, atau kekhawatiran : kalau chat saya cuma di- read atau pembicaraan tidak ditutup dengan baik . Ada yang punya pengalaman serupa? Pasti banyak, dong! © Pixabay.com Bagi sebagian orang, pernyataan yang tidak dibalas dalam sebuah percakapan teks (SMS atau DM atau apa pun) mungkin hal biasa yang tidak usah dibesar-besarkan untuk jadi masalah serius. Tapi, bagi saya, ini serius. Menyangkut harga diri, etika, perasaan, dan banyak lagi. Pernah suatu hari, saya meminta tolong pada teman saya melalui chat yang cuma di- read. Bagaimana perasaan saya? Marah, karena dia tidak membalas chat saya. Berpikiran negatif, merasa kalau dia tidak mau m...

Menyoal Tabu Perceraian

“Kenapa harus menikah jika akhirnya bercerai?” beberapa orang seringkali mencetuskan pertanyaan tersebut pada pihak yang bercerai dengan alasan bagaimana pun koyaknya biduk rumah tangga, pernikahan tetap wajib dilanggengkan. Di beberapa negara, perceraian adalah hal yang tabu dan menjadi janda adalah malu. Bagi saya, tabu dan malu saat memutuskan untuk bercerai adalah tirani bagi kedua belah pihak untuk melanggengkan kebahagiaan. Lantas, jika memang sudah tidak bahagia, apa pernikahan layak diteruskan? Hikmah semacam ini pun tidak serta-merta datang begitu saja. Dibutuhkan waktu yang panjang dengan jalan yang berkelak-kelok untuk saya bisa sampai pada pemahaman ini. Kali ini, saya tidak akan berbicara soal hukum perceraian menurut agama apa pun. Saya hanya ingin berbagi dengan seluruh perempuan di dunia untuk kembali menyoal tabu perceraian. Soal bagaimana menyikapi perceraian tanpa harus menuai kebencian atau tentang bagaimana seorang perempuan yang telah bercerai tidak lag...

Tentang Perempuan Sufi

Saat mendengar kata sufi, apa yang ada di pikiran kamu? Yup, Kebanyakan orang mungkin akan beranggapan kalau ini sejenis blog yang berniat menyerang pikiranmu dengan ajaran agama atau fatwa-fatwa tentang hijrah. Tapi, baca dulu sampai selesai! Secara populer, sufisme memang dikenal sebagai keyakinan atau praktik mistis yang dilakukan oleh umat Islam untuk mendekatkan diri pada akhirat dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bersifat duniawi. Tapi, bukan berarti praktik sufisme hanya bisa ditembus melalui salat, dzikir, dan mengaji. Britannica menyebutkan bahwa sufisme adalah suatu keyakinan sekaligus praktik yang dilakukan untuk menemukan kebenaran cinta dan pengetahuan ilahi melalui pengalaman pribadi langsung dari Tuhan. Ah, kebanyakan yang merasa dirinya agnostik atau ateis pasti malas baca ini. Tapi, jangan berhenti dulu! Menurut saya, kebenaran cinta dan pengetahuan ilahi atau bahkan pengalaman pribadi langsung dari Tuhan pun tidak melulu datang dari praktik baik yang...