Bra dan Feminsime © Pixabay Saat kuliah, saya pernah mendengar seorang dosen berkata, “Males saya sama si X. Dia bilang, feminis nggak pakai beha.” Itulah momen pertama saya menyadari bahwa saya tertarik dengan isu feminisme, termasuk dengan konteks pakai-atau-tak-pakai-beha. Saat itu, saya berpikir kalau memang benar ada hubungan signifikan antara feminisme dan tak-pakai-beha. Tapi, asumsi saya saat itu tentu saja tidak tepat karena saya mengira kalau untuk menjadi feminis, seorang perempuan perlu melepas atribut yang satu itu. Asal muasal bra Dirangkum dari Historia , bra pertama kali diluncurkan di Paris pada 1889. Aksesori yang satu ini dibuat oleh seorang pengusaha pakaian bernama Herminie Cardolle dengan bentuk berupa korset. Kata “bra” sendiri berasal dari kata brassiere yang digunakan pertama kali oleh majalah Vogue pada 1907. Kebiasaan menggunakan bra ini sempat hilang saat Perang Dunia I karena industri militer negara-negara yang terlibat perang mengguna...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.