Masih terngiang di pikiran saya ketika kira-kira dua belas tahun silam, saat saya masih duduk di kelas satu atau dua sekolah dasar, buku pelajaran Bahasa Indonesia yang dikutip oleh guru saya mencontohkan beberapa rangkai kalimat berbunyi, “Ibu sedang memasak.” atau “Ayah sedang membaca koran.” Saat itu, mungkin kalimat-kalimat tersebut terdengar sangat lumrah. Bahkan, ketika saya beranjak remaja, saya masih menemukan kalimat serupa di buku pelajaran anak tetangga saya ketika saya menemaninya mengerjakan PR. “Mirna sedang menyapu.” “Mirna suka membantu ibu.” Begitu kira-kira contoh kalimat di dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang saya lihat. Bukan cuma kalimatnya yang bertendensi bias gender. Ilustrasi di dalamnya pun cenderung menonjolkan mitos bahwa perempuan identik dengan warna atau kegiatan tertentu. Dalam buku tersebut, sosok Mirna pada kalimat di atas digambarkan sebagai seorang perempuan berusia enam tahunan yang mengenakan baju berwarna merah muda dengan bando di kep...
Teman berbagi untuk kamu yang ingin, sedang, dan telah berbahagia.