Skip to main content

Apakah Kamu Termasuk Sapioseksual?

Seksualitas sering kali diidentikkan dengan visualisasi seseorang terhadap bentuk tubuh atau fisik orang lain. Nyatanya, ada orang yang justru lebih tertarik kepada orang dengan kecerdasan tinggi ketimbang hal lainnya. Ketertarikan ini dinamakan sapioseksual. Lantas, apakah kamu termasuk sapioseksual? Berikut ciri-cirinya.

Sapioseksual
Sapioseksual © Meo via Pexels

#1: Kecerdasan adalah nomor satu

Seorang sapioseksual lebih mementingkan kecerdasan calon pasangannya ketimbang penampilan dan kepribadiannya. Hal pertama yang mungkin akan dilakukan oleh sapioseksual pada kencan pertama adalah berdiskusi soal buku, film, politik, atau hal lain yang menurutnya menarik dan penting. Bahkan, seorang sapioseksual juga cenderung melihat karier dan akademik sebagai tujuannya dalam menjalin hubungan.

#2: Gairah seksual bisa muncul karena percakapan intelektual

Tanpa harus berpakaian seksi, seseorang bisa membuat seorang sapioseksual merasa bergairah secara seksual dengan membawa percakapan intelektual ke dalam kencan mereka. Percakapan intelektual yang dimaksud bukan hanya tentang bagaimana seseorang dapat berbicara secara teoretis, tapi juga bisa menjelaskan suatu konsep dengan caranya sendiri.

#3: Diskusi adalah foreplay terbaik

Sebelum melakukan sentuhan seksual, seorang sapioseksual perlu melakukan diskusi terlebih dahulu. Oleh karena itu, terapis hubungan dan seks Casey Tanner dalam mindbodygreen.com menyebutkan kalau diksusi intelektual bagi seorang sapioseksual dianggap sebagai foreplay yang jauh lebih efektif daripada sentuhan fisik.

#4: Bukan cuma sekadar tahu

Mengutip Fimela, seorang sapioseksual terkesan oleh seseorang bukan karena dia mengumbar segala hal yang diketahuinya, melainkan ketika seseorang bisa menjawab pertanyaan yang tidak diketahui sapio sehingga ia bisa melihat kecerdasan sebenarnya dari orang tersebut. Jadi, bukan sekadar tahu, tapi melampaui.

#5: Selalu percaya diri

Seorang sapioseksual senantiasa percaya diri ketika berbicara atau berdiskusi dengan siapa pun, termasuk dengan orang yang usianya jauh lebih tua. Hal ini disebabkan oleh pengetahuannya yang luas serta keingintahuan yang selalu menuntutnya untuk mencari tahu banyak hal dari orang lain (terutama yang dianggapnya cerdas).

#6: Bukan cuma kecerdasan intelektual

Bagi sapioseksual, kecerdasan emosional juga penting. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki empati yang cukup baik sehingga bisa merespon dengan tepat hal-hal yang terjadi di sekitarnya, termasuk bagaimana cara memperlakukan sapioseksual. Selain itu, kerendahan hati juga merupakan nilai plus yang perlu dimiliki untuk memikat seorang sapioseksual.

#7: Sensitif berbahasa

Mengutip doktersehat.com, seorang sapioseksual juga sangat mementingkan tata bahasa. Tata bahasa yang buruk dan terkesan alay akan menjadi nilai minus ketika berhadapan dengan seorang sapioseksual. Selain itu, sapioseksual juga umumnya menyukai percakapan mendalam dan penuh makna.

Jadi, apakah kamu termasuk sapioseksual?

Comments

Bacaan Populer

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berbeda, menyadari bagaimana perasaan orang …

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan. 
#1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirkan dengan tingkat intelektu…

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini!
Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran spiritual, seluruh dunia di luar fisik atau bisa kita sebut sebag…

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng-cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women, disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik. Mitos kecantikan sendiri merupakan bagian dari alat femin…

Karena KB adalah Hak Segala Bangsa

Dulu, sebagian keluarga saya selalu menentang program Keluarga Berencana (KB) karena menganggap hal itu sebagai cara manusia menentang takdir. Sementara itu, sebagian keluarga saya yang lain menganggap bahwa KB adalah hal yang harus dilakukan untuk mengurangi beban mental dan finansial keluarga. Tapi, bukankah nasib dan takdir itu berbeda? Ya, kadang-kadang, ada yang takdirnya memang harus punya banyak anak, tapi hidupnya enak. Tapi, ada juga yang anaknya cuma satu, tapi takdirnya sudah buntu. Pada akhirnya, manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Absolutely. Di tulisan ini, saya tidak akan membahas soal perlu atau tidaknya KB. Saya hanya akan bercerita soal populasi dunia yang semakin lama semakin bertambah. World Economic Forum menyatakan bahwa populasi dunia bertambah sebanyak 83 juta jiwa setiap tahunnya. Saat ini, sudah ada sekitar 7,6 miliar orang di dunia. Tapi, tren populasi di dunia tidaklah sama. Beberapa negara berkembang dengan cepat sehingga populasi semakin bany…