Skip to main content

Nestapa Upah Guru Indonesia, Masih Tak Seindah Jasanya

Lebih dari setengah abad Indonesia merdeka, sosok guru masih juga belum mencapai kesejahteraan finansial. Kita pasti sudah sering mendengar berita tentang upah guru honorer yang jauh dari minimum regional. Tapi, pernahkah terlintas di benakmu bagaimana kelanjutan nasib semua guru selama pandemi COVID-19?

Upah Guru Indonesia
Gaji Guru PNS Indonesia © ThisIsEngineering from Pexels
COVID-19 datang seperti badai yang menumbangkan siapa pun yang lemah dan tak berdaya. Tentu, hal ini dirasakan oleh semua pihak. Tapi, di Hari Guru Internasional ini, biarlah saya menyampaikan aspirasi mereka yang tak kunjung tersampaikan. 

Baca juga: Bias Gender dalam Buku Pelajaran Sekolah

Derita guru PNS yang hampir tak terdengar

Selain guru honorer yang semakin terseok-seok, ternyata guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga terjerat kompensasi yang seharusnya tidak mereka tanggung. Setidaknya, tidak dalam waktu yang begitu panjang ini. Enam belas bulan berlalu, sejak pandemi pertama kali masuk ke Indonesia, selama itu juga para guru PNS harus mengalami pemotongan gaji dan tunjangan yang digantungkan berkali-kali. 

Ketika sebuah titel Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, siapa sangka pilunya terasa jua. Guru PNS mungkin menjadi salah satu jabatan sipil negara dengan upah yang paling minim, apakah sebanding dengan tugasnya yang menggunung? Sebandingkah dengan tanggung jawab moralnya? Tidak apa, bukankah mereka memang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang diharamkan mengeluh?

Baca juga: Mereka Perempuan, Mereka Pahlawan: yang Menjaga Keanekaragaman dan Merawat Eksistensi (Bag. I)

Sampai sini, anggaplah tidak ada masalah. Jika pemotongan gaji dan tunjangan yang dilakukan hingga detik ini juga bukan sebuah masalah, mari bertanya kepada diri sendiri: bagaimana jika menjadi guru adalah pekerjaan utama dan satu-satunya yang bisa kamu andalkan untuk dapat bertahan hidup dengan gaji yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali?

Inilah yang dialami Farida (bukan nama sebenarnya), seorang guru PNS yang terkena dampak pemotongan tunjangan sejak Mei 2020 lalu. Hal ini juga diberitakan Merdeka.com dalam artikel berjudul Akibat Covid-19, Tunjangan PNS DKI Jakarta akan Dipotong 50 persen

Setiap bulannya, Farida dan teman-temannya harus menerka-nerka kapan gaji dan tunjangan mereka akan turun. Apakah dua bulan lagi atau tiga bulan berikutnya seperti biasanya? Harap-harap cemas mereka mengecek grup Whatsapp sesama rekan sejawatnya untuk saling berkabar. Berharap tidak selama bulan-bulan sebelumnya, juga berharap pemotongan gaji dan tunjangannya tidak bertambah banyak seperti yang pernah mereka alami. 

Di sela-sela sekolah daring yang lebih sibuk, mereka juga memutar akal untuk menghasilkan uang lebih banyak dengan modal seadanya. Jangan ditanya ke mana perginya uang gaji dan tunjangan yang mereka dapatkan selama ini. Lagi-lagi, bukan hanya satu orang yang terkena imbas pandemi, kebanyakan dari para pendidik ini adalah individu paling berdaya di keluarganya.

Selain gaji yang dibayarkan secara rapel di dua hingga tiga bulan ke depan, tunjangan yang dijanjikan untuk dibayar secara rapel, yakni sekali dalam setahun, juga bisa tiba-tiba “hilang” karena tidak dibayarkan sama sekali. Mungkinkah ditunda hingga tahun berikutnya? Padahal, tunjangan guru PNS lebih besar dari gaji pokoknya. 

Berapa gaji dan tunjangan guru PNS?

Mengutip Akurat.co, gaji tertinggi yang didapat oleh seorang guru adalah Rp10 juta. Sementara itu, menurut data Pintek.id, besaran gaji guru di lembaga pendidikan negeri sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, yaitu sebagai berikut.

Golongan I:

  • Golongan Ia: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800

  • Golongan Ib: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900

  • Golongan Ic: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500

  • Golongan Id: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500

Golongan II:

  • Golongan IIa: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600 

  • Golongan IIb: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300 

  • Golongan IIc: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000 

  • Golongan IId: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000 

Golongan III:

  • Golongan III/a: Rp 2.579.400-Rp 4.236.400

  • Golongan III/b: Rp 2.688.500-Rp 4.415.600

  • Golongan III/c: Rp 2.802.300-Rp 4.602.400

  • Golongan III/d: Rp 2.920.800-Rp 4.797.000

Golongan IV:

  • Golongan IV/a: Rp 3.044.300-Rp 5.000.000

  • Golongan IV/b: Rp 3.173.100-Rp 5.211.500

  • Golongan IV/c: Rp 3.307.300-Rp 5.431.900

  • Golongan IV/d: Rp 3.447.200-Rp 5.661.700

  • Golongan IV/e: Rp 3.593.100-Rp 5.901.200

Besaran tunjangan kinerja daerah (TKD) para guru PNS adalah sebagai berikut.

  • PNS golongan IVc sampai IVe menerima TKD Rp 6.521.250

  • PNS golongan IVa sampai IVb menerima TKD Rp 6.174.375

  • PNS golongan IIIc sampai IIId menerima TKD Rp 5.827.500

  • PNS golongan IIIa sampai IIIb menerima TKD Rp 5.480.625

  • PNS golongan IIa sampai IId menerima TKD Rp 4.370.625

  • Calon PNS (CPNS) menerima TKD Rp 3.100.000

Sementara itu, mengutip laman Detik.com, gaji honorer berdasarkan Perpres No.98 Tahun 2020 adalah sebesar Rp1.794.900–Rp 6.786.500. Dari besaran gaji dan tunjangan tersebut, tidak sedikit guru yang mengalami pemotongan, termasuk di masa pandemi. Hal tersebut diberitakan oleh CNN dalam artikel berjudul DPR Protes Tunjangan Guru Disunat Hingga Rp3,3 T untuk Corona

Melihat kenyataan tersebut, tentu kita semua berharap kalau turunnya angka COVID-19 saat ini bisa menjadi cahaya bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa bertitel apa pun. Untuk itu, yuk kita hargai para guru dengan semangat mengedukasi diri.

Selamat Hari Guru Sedunia! Asa penulis tak pernah putus untuk kesejahteraan guru sedunia.


Ditulis oleh Ulya Haul, perempuan dengan mimpi-mimpinya yang terlahir di keluarga guru. Ia menikmati perjalanan kariernya di bidang digital, serta merintis usaha fesyen dan kecantikan. Ia juga masih berupaya membangun ruang pengetahuan bagi (siapa pun yang merasa dirinya) perempuan dan akan senang untuk berkenalan lebih dekat denganmu melalui Instagram @ulyahaul atau email ulyacalling@gmail.com.

Comments

Bacaan Populer

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Kenapa Chat yang Tidak Dibalas Bikin Baper?

Saya bukan tipe orang yang gampang baper kalau lihat pasangan chat dengan mantan kekasihnya karena bagi saya, romantisme tidak berakhir hanya karena percakapan dua insan yang pernah merajut kasih saling bersilaturahmi. Itu saya, mungkin lain lagi dengan kamu. Tapi, ada satu hal yang bisa membikin saya baper dan berujung pada kemarahan, kekecewaan, atau kekhawatiran : kalau chat saya cuma di- read atau pembicaraan tidak ditutup dengan baik . Ada yang punya pengalaman serupa? Pasti banyak, dong! © Pixabay.com Bagi sebagian orang, pernyataan yang tidak dibalas dalam sebuah percakapan teks (SMS atau DM atau apa pun) mungkin hal biasa yang tidak usah dibesar-besarkan untuk jadi masalah serius. Tapi, bagi saya, ini serius. Menyangkut harga diri, etika, perasaan, dan banyak lagi. Pernah suatu hari, saya meminta tolong pada teman saya melalui chat yang cuma di- read. Bagaimana perasaan saya? Marah, karena dia tidak membalas chat saya. Berpikiran negatif, merasa kalau dia tidak mau m