Skip to main content

Pertemuan Pertama dengan T.Rex dalam Ruang Imajinasi, Pendidikan, dan Pengalaman Tak Terlupakan

Pada 7 Juni 2018, First Initiative Foundation (FIF) dan mal ifc bekerja sama untuk menggelar Meet the T.Rex, yaitu pameran gratis yang menyajikan pertunjukan sejarah dan sains, serta memberikan pengalaman bagi para pengunjung untuk merasa seperti berada di museum. Pameran yang berlangsung pada 7-27 Juni 2018 ini dapat kamu saksikan di Oval Atrium, mal ifc, Central, Hong Kong, setiap hari dari pukul 10.00 sampai 21.00 waktu setempat.
Meet the T.Rex © Media OutReach
Dalam pameran ini, kamu bisa melihat penampilan The American Dragon (TAD), yaitu fosil Tyrannosaurus Rex berukuran panjang 12 meter yang ditemukan di Dakota Selatan bagian barat laut, Amerika Serikat. Kamu juga bisa melihat penampakan tulang belakang Edmontosaurus dengan bekas gigitan yang diduga berasal dari T.rex, serta tulang paha T.rex berusia 65 juta tahun yang dapat kamu sentuh secara langsung.
The American Dragon © Media OutReach
Pameran ini diklaim sebagai pameran edukatif yang menjadi salah satu cara paling ramah-keluarga pada musim panas di Hong Kong. Di sini, kamu bisa mengapresiasi berbagai pertunjukan dalam jarak dekat dan mempelajari sejarah sains secara visual karena pendidikan dan hiburan dikemas jadi satu.
Di ruang imajinasi ini, kamu juga bisa menemukan pengalaman langsung untuk menyusuri jalur pertualangan yang terdiri atas pos-pos yang menyajikan beragam fakta terkait dinosaurus. Teknologi video dan Augmented Reality (AR) juga dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan fasilitas dan mendorong para pengunjung untuk bisa menjelajahi sejarah dinosaurus.
Kamu bisa mengambil paspor petualangan gratis, lalu mengumpulkan cap di tiap pos. Setelah enam cap terkumpul, kamu bisa menukarkannya dengan hadiah kecil di pos terakhir dan juga mendapatkan merchandise pop-up berupa buku ilustrasi anak bilingual berjudul “Smile with Fifi!” yang berisi pesan-pesan bernilai positif, serta ilustrasi yang dibuat oleh ilustrator Hong Kong bernama Jeanie Leung. Selain itu, FIF juga secara khusus membuat mainan ringan Fifi, yaitu T.rex dan kaus dinosaurus. Semua merchandise ini berasal dari pop-up store yang nantinya akan didonasikan pada FIF untuk meningkatkan dukungan bagi usaha penting mereka dalam memajukan Hong Kong.
Semoga, suatu hari, Indonesia juga bisa membuat pameran edukatif tentang manusia purba yang banyak ditemukan di beberapa wilayah negara ini, ya!

Comments

Bacaan Populer

Karena KB adalah Hak Segala Bangsa

Dulu, sebagian keluarga saya selalu menentang program Keluarga Berencana (KB) karena menganggap hal itu sebagai cara manusia menentang takdir. Sementara itu, sebagian keluarga saya yang lain menganggap bahwa KB adalah hal yang harus dilakukan untuk mengurangi beban mental dan finansial keluarga. Tapi, bukankah nasib dan takdir itu berbeda? Ya, kadang-kadang, ada yang takdirnya memang harus punya banyak anak, tapi hidupnya enak. Tapi, ada juga yang anaknya cuma satu, tapi takdirnya sudah buntu. Pada akhirnya, manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Absolutely. Di tulisan ini, saya tidak akan membahas soal perlu atau tidaknya KB. Saya hanya akan bercerita soal populasi dunia yang semakin lama semakin bertambah. World Economic Forum menyatakan bahwa populasi dunia bertambah sebanyak 83 juta jiwa setiap tahunnya. Saat ini, sudah ada sekitar 7,6 miliar orang di dunia. Tapi, tren populasi di dunia tidaklah sama. Beberapa negara berkembang dengan cepat sehingga populasi semakin bany…

Wasilah dari Sarjana Rahim

Saya memiliki seorang adik laki-laki yang sangat manja dan penuh dengan gairah hidup. Penampilannya begitu ceria dan senantiasa tersenyum dalam kondisi apa pun. Sekilas, mungkin orang hanya melihat parasnya saja yang cukup tampan. Tapi, lebih dari itu, ia punya hati yang tidak kalah tampan. Ibu kami menamainya Hafizh Haq Amarullah, yang artinya pemelihara kebenaran para pemimpin Allah. Dia lahir pada saat usianya di dalam kandungan masih tujuh bulan. Kelahirannya tiba-tiba terjadi sehabis ibu terjatuh di kamar mandi. Untungnya, ia lahir dengan selamat dan tanpa cedera. Ia tumbuh sebagai anak laki-laki periang yang hingga akhir hayatnya sulit mengucapkan popoean (jemuran dalam bahasa Sunda) dan lebih sering menyebutnya popoyan. Kami tumbuh dalam lingkungan yang sangat baik karena ibu dan ayah mendidik kami dengan penuh cinta sehingga ikatan batin antara saya dengannya terjalin begitu kuat. Dia sedih, saya pun ikut merasakannya. Dia sakit, begitu juga saya. Dari kecil hingga usianya 13 ta…

Yang Mahal dari Agensi Digital

Saya bukan orang yang memahami digital sepenuhnya. Bahkan, bisa dibilang, saya adalah orang gagap teknologi yang berjodoh dengan dunia digital. Sejak 2012, saya berkecimpung di dunia media digital. Lalu, pada 2016, saya pindah haluan ke agensi digital. Sama seperti orang awam lainnya, saya cukup terkejut saat pertama kali mengetahui bahwa uang yang harus dikeluarkan untuk menjalankan sebuah bisnis dengan konsep dan strategi digital tidaklah kecil (malah bisa dibilang mahal sih, ya!). Dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan calon klien yang menilai bahwa biaya yang harus mereka keluarkan jika menggunakan jasa agensi digital berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan jika mereka menjalankan strategi digital sendiri (ya iyalah, bikin bakso sendiri juga pasti lebih murah daripada beli bakso di warung Pak Kumis). Itu analogi awamnya. Kalau jawaban teknis dan praktisnya, silakan tanya pada ahlinya. (Lah, terus saya mau nulis apa?) Kali ini, saya tidak akan membahas apa …