Skip to main content

Alasan Perempuan Lebih Panjang Umur daripada Laki-laki

Selama ini, kita mungkin melihat bahwa laki-laki jauh lebih kuat daripada perempuan. Tapi, tahukah kamu beberapa penelitian menunjukkan kalau perempuan justru lebih panjang umur dibandingkan dengan laki-laki?

© Rawpixel.com
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Scientific American, beberapa negara di AS menyebutkan bahwa perempuan dapat hidup sampai usia 80,1 tahun, sedangkan laki-laki hingga usia 73,4. Kasus serupa juga terjadi di Prancis dengan perbedaan angka usia harapan hidup terpaut 7,8 tahun, Inggris 5,3 tahun, Rusia lebih dari 12 tahun, dan India 0,6 tahun. Kenapa bisa begitu?
Faktor biologis
Selama tahun pertama kehidupan, angka kematian anak laki-laki cenderung lebih besar 25-30% dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor genetik. Jika terjadi kerusakan sel pada salah satu gen kromosom X, perempuan lebih bisa bertahan karena memiliki dua kromosom X; sedangkan laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Perbedaan inilah yang membuat perempuan memiliki sistem ketahanan yang lebih tinggi daripada laki-laki sehingga berpengaruh terhadap umur sel dan risiko kematian.
Selain itu, hormon estrogen yang ada pada perempuan pun mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang dapat mengurangi risiko kardiovaskular. Sebaliknya, hormon testosteron pada laki-laki justru cenderung meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik sehingga mereka cenderung lebih mudah terkena risiko hipertensi, jantung, atau stroke.
Perempuan lebih sering terkena kondisi penyakit nonfatal dibandingkan laki-laki. Misalnya saja, perempuan lebih sering mengalami radang sendi atau risiko kesehatan yang tidak menyebabkan kematian, sedangkan laki-laki lebih sering terkena risiko kesehatan yang mematikan.
Perilaku sadar kesehatan
Penelitian menunjukkan bahwa secara umum, perempuan lebih menyadari pentingnya kesehatan dibandingkan laki-laki sehingga mereka cenderung lebih mudah mengenali gejala fisik dan mental yang terganggu. Itulah sebabnya, gaya hidup perempuan cenderung lebih sehat. Selain itu, rata-rata perempuan juga dapat berkomunikasi dengan baik mengenai kendala kesehatan mereka sehingga proses diagnosis lebih mudah dilakukan. Dalam hal pengobatan, perempuan cenderung lebih menurut pada “aturan minum obat” dibandingkan laki-laki.
Tantangan gender
Persepsi maskulinitas juga berpengaruh dalam hal ini. Perilaku tidak sehat dan berisiko cenderung dianggap sebagai hal yang maskulin, sedangkan penggunaan perawatan kesehatan dan perilaku yang mempromosikan kesehatan dianggap sebagai sesuatu yang feminin.
Hormon testosteron tidak hanya menempatkan laki-laki pada risiko secara biologis, tapi juga menempatkan mereka pada risiko perilaku yang dianggap “maskulin”. Laki-laki cenderung agresif sehingga lebih mudah melakukan berbagai macam hal yang berisiko. Bahkan, hormon testosteron merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku kekerasan seseorang.
Secara sistematis, perempuan cenderung melebih-lebihkan berbagai risiko; sedangkan laki-laki cenderung meremehkannya. Kecenderungan untuk menjadi lebih impulsif pun terbukti lebih tinggi pada laki-laki.
Mengutip World Economic Forum, sebuah studi yang dilakukan pada 2011 menemukan bahwa kemungkinan penyalahgunaan obat-obatan pada laki-laki 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan dan hal itu memungkinkan ketergantungan obat pada laki-laki 1,9 kali lebih besar dibandingkan pada perempuan.
Infant mortality and life expectancy are reasonable indicators of general well-being in a society.” - P.J. O’Rourke

Comments

  1. Bersyukur dilahirkan sebagai perempuan yang lebih peka merasakan ada gejala yg tdk baik dlm tubuh dibandingkan laki2. Ya walaupun cewek itu suka lebay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Kak. Semoga semua perempuan di dunia bisa bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

      Terima kasih sudah berkunjung!

      Delete
  2. Menjadi wanita itu memang hebat ya. Dari kodratnya sebagai wanita sampai diberikan usia lebih panjang. Semoga kita selalu bisa menjaga kesehatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Kak. Iya, semoga semua perempuan diberikan kesehatan dan kebahagiaan seutuhnya.

      Terima kasih sudah berkunjung!

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

© Janko Ferlic from Pexels Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng- cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women , disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik . Mitos kecant