Skip to main content

5 Fakta Ilmiah Terkait Empath

Sebelumnya, kita sudah berbicara soal apa itu empath beserta ciri-cirinya di artikel Apakah Kamu Seorang Empath?
Kali ini, kita akan berbicara soal apakah sesuatu yang terjadi pada seorang empath bisa dijelaskan secara ilmiah?
Yup, tentu saja. Meski sering dikatakan anugerah, empath juga ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Dalam Psychology Today, Judith mengatakan bahwa empath bisa dijelaskan melalui hal-hal berikut ini:
© Pixabay via Pexels
#1: Sistem saraf kepekaan (cermin neuron system) 
Para peneliti menemukan bahwa ada sekelompok sel otak khusus yang bertanggung jawab atas belas kasih. Sel-sel ini memungkinkan setiap orang untuk mencerminkan emosi, berbagi rasa sakit, ketakutan, atau kegembiraan dengan orang lain. 
Dalam hal ini, seorang empath dianggap memiliki sistem saraf kepekaan yang sangat responsif sehingga bisa sangat sejalan dengan perasaan orang lain. Hal ini biasanya dipicu oleh suatu peristiwa yang terjadi di luar empath itu sendiri. Misalnya, saat sahabat kita merasa sedih, maka kita akan merasakan hal yang sama. Sementara itu, psikopat, sosiopat, dan narsis dianggap kurang berempati karena sistem saraf kepekaan yang tidak aktif.
#2: Medan elektromagnetik 
Temuan selanjutnya didasarkan pada fakta bahwa otak dan jantung menghasilkan medan elektromagnetik. Menurut HeartMath Institute, medan ini mengirimkan informasi tentang pikiran dan emosi orang. Empath mungkin sangat sensitif terhadap input ini dan cenderung menjadi kewalahan karenanya. 
Seorang empath bahkan menyadari bahwa semesta memengaruhi pikiran dan energi seseorang. Perubahan medan elektromagnetik pada bumi dan matahari sering kali membuat seorang empath memiliki respon emosional dan fisik yang berbeda. 
Contohnya, saya pernah merasa sangat sedih selama seminggu tanpa alasan yang jelas. Seminggu kemudian, terjadi tsunami di Aceh yang menyebabkan banyak korban melayang. Setelah peristiwa tersebut terjadi, saya cenderung merasa lega, namun bisa memanifestasikan rasa sedih saya secara terang-terangan karena ada alasan jelas kenapa saya bersedih: karena terjadi tsunami.
#3: Penularan emosional 
Temuan ketiga yang meningkatkan pemahaman kita tentang empath adalah fenomena penularan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang mampu menangkap emosi orang-orang di sekitar mereka. Misalnya, satu bayi yang menangis akan memicu gelombang tangisan di bangsal rumah sakit atau satu orang yang dengan keras menyatakan kecemasan di tempat kerja dapat menyebarkannya ke karyawan lain. Dengan kata lain, kita hanya akan menjadi positif jika bergaul dengan orang-orang yang positif.
#4: Peningkatan sensitivitas dopamin 
Temuan keempat melibatkan dopamin, neurotransmitter yang meningkatkan aktivitas saraf dan dikaitkan dengan respon kesenangan. Penelitian menunjukkan bahwa seorang empath cenderung memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap dopamin daripada orang pada umumnya. Intinya, seorang empath cenderung membutuhkan lebih sedikit dopamin untuk merasa bahagia. Hal ini menjelaskan kenapa seorang empath lebih suka sendirian, membaca, atau bermeditasi daripada berpesta atau melakukan sesuatu yang meriah bersama-sama.
#5: Sinestesia 
Temuan kelima adalah keadaan luar biasa yang disebut "mirror-touch synesthesia." Sinestesia adalah kondisi neurologis yang di dalamnya dua indera berbeda dipasangkan di otak. Misalnya, kamu bisa melihat warna ketika sedang mendengarkan musik atau merasakan kata-kata. Isaac Newton, Billy Joel, dan pemain biola Itzhak Perlman adalah orang-orang yang termasuk aktor sinestesia yang terkenal. Namun, dengan sinestesia ini, orang dapat benar-benar merasakan emosi dan sensasi orang lain dalam tubuh mereka sendiri seolah-olah ini adalah milik mereka sendiri.

Empathy is the most precious human quality. - Dalai Lama

Comments

  1. Wah.. Keren ya, jadi kayak anugerah atau kekuatan super gitu😃
    Bikin saya jadi kepo tentang empath...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mirip-mirip gitu Kak. Terima kasih sudah berkunjung ke #PerempuanSufi, next akan ada artikel lain seputar empath dan fenomena spiritual lainnya di sini.

      Salam sufi 🙏

      Delete
  2. Sejak kecil sy slalu merasa begitu sensitif dgn emosi yg gak jelas sampai sy lebih suka menyendiri di kamar , doa dan meditasi...disana sy mendapatkan ketenangan. Sybtak pernah tahu ada apa dgn diri saya...yg pasti sih sy merasa aneh dan spt sudah gila.
    Krn kadang bukan hanya perasaan orang lain yg bisa aku rasakan , tapi pikiran orang lain juga bisa aku ketahui...sampai aku bisa merasakan sakit orang lain. Sampai aku harus masuk UGD Krn tiba2 merasakan serangan jantung palsu yg dialami alm.kakek-ku saat ini. Org tuaku sampai kebingungan...kenapa aku slalu saja serangan sesak spt sakit jantung setiap kali kakekku mengalami serangan jantung.
    Akhirnya aku tahu ttg emapath ini sekitar 2 tahun yg lalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih sudah berkunjung dan berbagi pengalaman di laman #PerempuanSufi. Iya, Kak. Menjalani kehidupan sebagai empath pasti sangat berat, apalagi kalau orang-orang sekitar belum paham tentang hal ini. Semoga Kakak bisa mengelola energi Kakak supaya tetap stabil dan bisa selalu menebarkan kebaikan ya, Kak. Stay strong and positive ya ❤️

      Delete
  3. Trima kasih, jadi ada refrensi ...👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sudah berkunjung ke laman #PerempuanSufi 😃

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

© Janko Ferlic from Pexels Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng- cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women , disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik . Mitos kecant