Skip to main content

Berteman dengan Bakteri, Bikin Hidup Lebih Happy!

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengalami gangguan pencernaan akibat infeksi bakteri. Sejak saat itu, saya mulai menerapkan diet sehat supaya sistem pencernaan tetap dalam kondisi baik. 
Saat mendengar kata “bakteri”, mungkin kamu membayangkan mikroorganisme yang berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal, ada juga lho bakteri baik yang disebut probiotik. Mikroorganisme yang satu ini berperan penting dalam mengatur keseimbangan jumlah bakteri baik dan jahat di dalam usus atau saluran pencernaan sehingga fungsi organ tubuh dapat berjalan secara normal.
Sama seperti dunia yang terdiri atas orang baik dan orang jahat, sistem pencernaan manusia pun terdiri atas bakteri baik dan bakteri jahat. Jika bakteri jahat lebih banyak, maka kondisi pencernaan akan memburuk. 
Para peneliti menemukan bahwa ketika tubuh kehilangan bakteri baik, misalnya setelah mengonsumsi antibiotik, maka probiotik bisa membantu tubuh meningkatkan kembali bakteri baik tersebut. Itulah sebabnya tubuh manusia membutuhkan probiotik. 
Stres dan gangguan pencernaan
Menerapkan diet sehat memang gampang-gampang susah. Apalagi jika kamu termasuk orang yang sibuk bekerja. Sebagai seorang penulis, saya sering lupa waktu sehingga sering kali melewatkan waktu makan dan jam istirahat. Akibatnya, tubuh jadi mudah terkena penyakit dan masalah kesehatan, terutama bagian pencernaan.
Stres merupakan salah satu faktor pemicu gangguan pencernaan. Saat menghadapi tekanan, hormon akan melonjak dan berpengaruh terhadap kesehatan usus. Stres jangka pendek bisa memicu kehilangan nafsu makan dan kinerja sistem pencernaan akan melambat. Stres jangka panjang bisa memicu masalah gastrointestinal (GI), seperti konstipasi, diare, sakit perut, atau gangguan pencernaan lainnya. Sementara itu, stres kronis bisa berakibat pada sindrom iritasi usus dan gangguan GI lainnya.
Untuk itu, sebaiknya hindari stres dengan cara rajin berolahraga atau melakukan relaksasi. Saya sendiri memang bukan orang yang rajin berolahraga. Namun, saya selalu menyempatkan diri untuk melakukan meditasi sambil mendengarkan healing music selama sepuluh menit sebelum tidur. Dengan kondisi mental yang tenang, tubuh pun akan jauh lebih senang!
Euforia bertemu Yoforia
Untuk mencegah gangguan pencernaan datang kembali, saya akhirnya mencari makanan atau minuman yang memiliki kandungan live probiotics agar jumlah bakteri baik dan jahat dalam usus pun seimbang. Probiotik biasanya ditemui di dalam suplemen maupun makanan atau minuman yang difermentasi, salah satunya adalah yogurt. Setelah mencoba berbagai macam minuman yang mengandung probiotik, akhirnya saya bertemu dengan Yoforia.
Berbeda dengan yogurt pada umumnya, Yoforia adalah fresh yogurt yang tidak melewati pemanasan atau UHT setelah menjadi yogurt sehingga bakteri baik yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan manfaatnya pun tetap terjaga dengan baik. Selain itu, Yoforia juga mengandung live probiotics khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan teksturnya pun lebih creamy.
Nah, yang nggak kalah penting lagi, Yoforia juga mengandung dietary fiber dari buah jeruk alami sehingga teksturnya lebih lembut dan cocok untuk orang yang sedang menjalankan diet sehat seperti saya. Dietary fiber sendiri merupakan komponen penting yang biasanya ditambahkan pada produk susu. Kandungan yang satu ini termasuk ke dalam komponen nabati yang tidak bisa dicerna tubuh, terutama usus halus. Komponen ini berperan penting dalam menjaga kesehatan usus, menurunkan kadar kolesterol, dan membantu menjaga berat badan agar tetap ideal.
© Yoforia
Rasa paling bahagia
Selain mengandung komponen penting yang baik untuk pencernaan, Yoforia juga punya banyak varian rasa yang unik. Mulai dari Authentique, Soursop Bliss, Coffee Cream, Berry Smooth, Blueberry Good, Peach Delight, sampai rasa terbaru Lychee Blast. Temukan varian rasa Yoforia favoritmu di sini!
© Perempuan Sufi
Saya sendiri lebih suka rasa Blueberry Good karena rasa manisnya cocok di lidah dan hati saya. Eh, kok jadi ke hati? Iya, berbicara soal rasa, bukan cuma lidah indra perasa yang kita punya. Kita juga punya hati 😊 
Saat hati bahagia, apa yang kita makan atau minum pun jadi terasa lebih enak. Nah, saya sendiri menerapkan sistem komunikasi dengan apa pun yang saya temui, termasuk bakteri baik yang ada di dalam Yoforia.
Sebelum mengonsumsinya, saya akan terlebih dahulu mengucap syukur pada Tuhan karena telah menciptakan bakteri baik yang bisa mendukung kesehatan tubuh manusia. Jadi, jangan lupa berdoa sebelum minum Yoforia-mu ya!
Karena berteman dengan yang baik itu bikin bahagia, maka berteman dengan bakteri baik pun bisa bikin hidup lebih happy!

Comments

Bacaan Populer

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

© Janko Ferlic from Pexels Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng- cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women , disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik . Mitos kecant