Skip to main content

Kenapa Kamu Butuh Staycation?

Berlibur sepertinya menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, terutama oleh masyarakat Ibu Kota yang lelah menjalani rutinitas di lingkungan urban yang penuh dengan polusi dan patologi. Saya sendiri termasuk tipe orang yang hobi traveling. Namun, pergi berlibur ke kota atau pulau impian sepertinya jadi tantangan tersendiri bagi saya, terutama jika jatah cuti sudah habis dan kesibukan akhir pekan pun tidak bisa dihindarkan. Selain itu, kondisi finansial juga merupakan salah satu faktor yang mungkin bagi sebagian orang wajib dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk berlibur. Untuk memenuhi kebutuhan berlibur tersebut, saya pun memilih staycation di tempat tinggal saya sendiri, yaitu Jakarta Selatan.
apa itu staycation
© Pexels
Apa itu staycation?
Mengutip Kompas.com, istilah staycation berasal dari gabungan kata stay dan vacation. Istilah ini pertama kali muncul pada 2003, ketika Amerika Serikat tengah mengalami krisis keuangan. Menurut Google Dictionary, staycation adalah liburan yang dilakukan di kota atau negara asal dengan mengunjungi tempat-tempat wisata lokal yang ada di daerah tersebut.
Saat ini, staycation lebih condong kepada liburan dengan tinggal di hotel terdekat dari tempat tinggal dan menikmati momen-momen tersebut di wilayah sekitar hotel. Menurut data Google Travel Insight 2019, tren staycation meningkat sebanyak 153 persen sejak 2018. Beberapa kota paling populer yang menjadi destinasi staycation di Indoenesia adalah Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Tren ini kemudian merambah ke daerah lain yang digadang-gadang sebagai second tier city, di antaranya adalah Samarinda dan Balikpapan.
Manfaat staycation
Bukan cuma di Indonesia, masyarakat global pun mulai menjadikan staycation sebagai gaya liburan terbaru yang dianggap bisa menuntaskan hasrat untuk berlibur tanpa perlu mengeluarkan dana sebanyak jika kita berlibur ke luar kota atau luar negeri. 
Mengutip Lonely Planet, survei terbaru VoucherCodes menyebutkan bahwa 40 persen masyarakat Inggris memutuskan untuk berlibur di wilayah asal mereka ketimbang bepergian ke luar negeri. Rata-rata alasan mereka memilih konsep liburan tersebut karena budget yang terbatas.
Lalu, apa saja sih keuntungan atau manfaat yang bisa diperoleh dari staycation?
  • Mudah dilakukan. Tanpa perlu ribet, kamu bisa melakukan staycation kapan saja. Tinggal memesan hotel atau villa terdekat sehari sebelum berlibur, beres deh! Bandingkan dengan persiapan yang perlu kamu lakukan saat memutuskan untuk berlibur ke luar kota atau luar negeri; mulai dari mengurus tiket pesawat, menukar mata uang, sampai mengepak barang.
  • Lebih murah. Soal budget, sudah pasti staycation jauh lebih murah ketimbang vacation karena kamu hanya perlu mengeluarkan dana untuk menginap di hotel, makan di resto atau kedai-kedai sekitar hotel, atau membayar tiket wisata dengan tarif wisatawan lokal jika kamu ingin mengunjungi tempat-tempat wisata tertentu.
  • Bisa membawa siapa pun. Berlibur di “rumah” sendiri pasti lebih fleksibel untuk bisa membawa siapa pun, baik anak-anak, orang tua, maupun hewan peliharaan. Jika kamu ingin memboyong seluruh anggota keluarga untuk berlibur, staycation bisa jadi pilihan yang tepat.
  • Lebih mengenal lingkunganmu sendiri. Staycation akan membuat kita mengunjungi tempat-tempat di lingkungan sekitar kita yang belum pernah dikunjungi. Dengan begitu, kita juga akan lebih menghargai hal-hal apa saja yang selama ini ada di lingkungan sekitar kita.
  • Tidak perlu itinerary. Saat berlibur ke luar kota atau luar negeri, kamu pasti membutuhkan itinerary agar waktu yang kamu habiskan tidak terbuang sia-sia. But, staycation doesn't need it! Memilih beberapa tempat yang sudah dikenal atau mengunjungi tempat-tempat lain secara acak bisa jadi aktivitas menarik saat kamu melakukan staycation.
Cara asyik menikmati staycation di Jakarta
Beberapa kali saya memutuskan untuk staycation di Jakarta dan memilih salah satu hotel murah di Jakarta untuk tinggal selama beberapa hari di sana. Berikut ini adalah beberapa hal yang saya lakukan untuk menikmati staycation di Jakarta:
#1: Memilih OYO Hotels Indonesia
Jaringan layanan perhotelan asal India ini saya pilih karena harganya yang relatif murah dengan pembayaran yang bisa dilakukan di hotel, apalagi jika kamu memasukkan kode referral atau kode referensi yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak OYO. Saya sendiri pernah mendapatkan OYO room dengan harga Rp50 ribu per malam berkat kode tersebut.
Selain murah, fasilitasnya juga cukup lengkap. Beberapa OYO Hotels Indonesia bahkan memiliki fasilitas kolam renang sehingga staycation pun jadi nggak membosankan. Nah, saya sendiri beberapa kali menginap di OYO Rooms wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Salah satunya adalah OYO 332 Residence G17 yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari air panas hingga kolam renang.

OYO Hotels Indonesia
OYO 332 Recidence G17 © Perempuan Sufi
#2: Jalan-jalan di sekitar hotel
Staycation di Jakarta mungkin terdengar membosankan. Tapi, saya sendiri merasakan asyiknya berlibur di Jakarta ketika berkunjung ke beberapa objek wisata yang ada di dekat hotel. Mulai dari museum, art gallery, sampai coffee shop. Buat para pecinta kopi, mengisi waktu staycation dengan mencicipi berbagai macam racikan kopi dari beberapa coffee shop pasti menyenangkan. Apalagi jika sambil ditemani orang terdekat.


majka coffee
Salah satu coffee shop di wilayah Kemang yang saya kunjungi © Zomato
#3: Me time di hotel
Nah, ini dia hal wajib yang mesti dilakukan ketika staycation. Kamu bisa menggunakan waktu kamu untuk tiduran, makan, menyetel musik, baca buku, atau menonton maraton seharian di hotel. Saya sendiri biasanya memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton atau menulis blog sambil menikmati nuansa hotel di pinggir kolam renang.
staycation di jakarta
OYO 332 Recidence G17 © Perempuan Sufi
Cara pesan hotel melalui aplikasi OYO
Jika kamu tertarik untuk menginap di OYO Hotels Indonesia, sebaiknya gunakan mobile app untuk mempermudah pemesanan. Berikut ini adalah cara memesan hotel di OYO Rooms lewat aplikasi:
  • Unduh aplikasi OYO. Setelah mengunduhnya, lakukan registrasi sampai muncul notifikasi dari OYO di smartphone kamu.
  • Login. Setelah terdaftar, login sesuai dengan akun atau nomor telepon yang kamu daftarkan.
  • Pencarian. Lakukan pencarian hotel yang kamu inginkan sesuai kota tujuan atau dengan menggunakan fitur “nearby”.
  • Booking. Jika sudah menemukan hotel yang diinginkan, lakukan pemesanan dengan mengklik tulisan “Booking Now”.
  • Selesai. Beberapa saat setelah itu, kamu akan mendapatkan kode booking dari OYO melalui telepon atau pesan via SMS maupun WhatsApp.
Supaya lebih jelas, lihat langsung tutorial pemesanan OYO Hotels Indonesia berikut ini ya:
Info lebih lanjut terkait OYO Hotels Indonesia bisa dilihat di Instagram atau Twitter OYO Indonesia, ya!
OYO Hotels Instagram
Instagram OYO Indonesia
Twitter OYO Indonesia
Staycation selanjutnya di mana?
Jika saya mendapatkan voucher 70% dari OYO Hotels Indonesia, saya akan memilih OYO Hotels di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai tempat menginap. Rencananya, saya akan mengunjungi seluruh museum yang ada di TMII. Diambil dari situs Taman Mini, terdapat 18 museum menarik yang bisa dikunjungi di sini. Wah, banyak juga ya? Tapi, prioritas saya di staycation kali ini adalah berkunjung ke Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Asmat, dan Museum Timor Timur.
Selain mengunjungi museum-museum tersebut, saya juga akan berkeliling menikmati kuliner kaki lima alias street food yang ada di wilayah TMII. Kebayang kan, setelah capek seharian berkeliling museum, makan beraneka ragam kuliner, istirahatnya di OYO Rooms! Lengkap sudah staycation kali ini.
Jadi, di mana kamu akan melakukan staycation?

Comments

  1. setuju pisan soal stayvacation.
    gak perlu mengeluarkan banyak biaya tapi bisa berasa lagi travelling kemana gt.

    apalagi sekarang udah bisa mudah informasi mengenai penginapan yang hemat dan nyaman..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali! Terima kasih sudah berkunjung ke laman #PerempuanSufi :-)

      Delete
  2. Bener banget.. Kena banget deh di aku.. Aku lumayan suka melakukan staycation ini namun belum pernah dapat harga hotel segitu murahnya.. Tapi beneran murah pakai oyo room kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih sudah berkunjung ke laman #PerempuanSufi. Betul, menginap pakai OYO Rooms sering dapat harga murah dengan fasilitas mewah. Silakan dicoba :-)

      Delete
  3. Informatif sekali... Jadi ada masukan untuk rencana liburan akhir minggu 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk apresiasinya. Selamat berkunjung kembali ke laman #PerempuanSufi :-)

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Karena KB adalah Hak Segala Bangsa

Dulu, sebagian keluarga saya selalu menentang program Keluarga Berencana (KB) karena menganggap hal itu sebagai cara manusia menentang takdir. Sementara itu, sebagian keluarga saya yang lain menganggap bahwa KB adalah hal yang harus dilakukan untuk mengurangi beban mental dan finansial keluarga. Tapi, bukankah nasib dan takdir itu berbeda? Ya, kadang-kadang, ada yang takdirnya memang harus punya banyak anak, tapi hidupnya enak. Tapi, ada juga yang anaknya cuma satu, tapi takdirnya sudah buntu. Pada akhirnya, manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Absolutely. Di tulisan ini, saya tidak akan membahas soal perlu atau tidaknya KB. Saya hanya akan bercerita soal populasi dunia yang semakin lama semakin bertambah. World Economic Forum menyatakan bahwa populasi dunia bertambah sebanyak 83 juta jiwa setiap tahunnya. Saat ini, sudah ada sekitar 7,6 miliar orang di dunia. Tapi, tren populasi di dunia tidaklah sama. Beberapa negara berkembang dengan cepat sehingga populasi semakin bany…

Wasilah dari Sarjana Rahim

Saya memiliki seorang adik laki-laki yang sangat manja dan penuh dengan gairah hidup. Penampilannya begitu ceria dan senantiasa tersenyum dalam kondisi apa pun. Sekilas, mungkin orang hanya melihat parasnya saja yang cukup tampan. Tapi, lebih dari itu, ia punya hati yang tidak kalah tampan. Ibu kami menamainya Hafizh Haq Amarullah, yang artinya pemelihara kebenaran para pemimpin Allah. Dia lahir pada saat usianya di dalam kandungan masih tujuh bulan. Kelahirannya tiba-tiba terjadi sehabis ibu terjatuh di kamar mandi. Untungnya, ia lahir dengan selamat dan tanpa cedera. Ia tumbuh sebagai anak laki-laki periang yang hingga akhir hayatnya sulit mengucapkan popoean (jemuran dalam bahasa Sunda) dan lebih sering menyebutnya popoyan. Kami tumbuh dalam lingkungan yang sangat baik karena ibu dan ayah mendidik kami dengan penuh cinta sehingga ikatan batin antara saya dengannya terjalin begitu kuat. Dia sedih, saya pun ikut merasakannya. Dia sakit, begitu juga saya. Dari kecil hingga usianya 13 ta…

Yang Mahal dari Agensi Digital

Saya bukan orang yang memahami digital sepenuhnya. Bahkan, bisa dibilang, saya adalah orang gagap teknologi yang berjodoh dengan dunia digital. Sejak 2012, saya berkecimpung di dunia media digital. Lalu, pada 2016, saya pindah haluan ke agensi digital. Sama seperti orang awam lainnya, saya cukup terkejut saat pertama kali mengetahui bahwa uang yang harus dikeluarkan untuk menjalankan sebuah bisnis dengan konsep dan strategi digital tidaklah kecil (malah bisa dibilang mahal sih, ya!). Dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan calon klien yang menilai bahwa biaya yang harus mereka keluarkan jika menggunakan jasa agensi digital berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan jika mereka menjalankan strategi digital sendiri (ya iyalah, bikin bakso sendiri juga pasti lebih murah daripada beli bakso di warung Pak Kumis). Itu analogi awamnya. Kalau jawaban teknis dan praktisnya, silakan tanya pada ahlinya. (Lah, terus saya mau nulis apa?) Kali ini, saya tidak akan membahas apa …

Kemelut Soal Tagar #KamiTidakTakut dan Kutukan buat Terorisme

Sejak kecil, saya punya kemampuan mendapatkan energi berlebih dari Semesta; baik energi positif maupun negatif. “Kelebihan” ini membuat teman-teman kadang menjuluki saya sebagai cenayang atau orang malang yang energinya kalang kabut gegara bisa mencecap energi lain di tengah malam. Seperti halnya malam sebelum tragedi peledakan bom di Surabaya, hati saya berkemelut. Saya menangis sejadinya dan merasakan bahwa sesuatu yang besar di negeri ini akan terjadi. Lalu, BOOM! Apakah peristiwa ini membuat saya berhenti gelisah? Tidak. Saya semakin gelisah, apalagi setelah keesokan harinya melihat timeline media sosial saya dipenuhi dengan tagar #KamiTidakTakut dan kutukan terhadap terorisme dan pelakunya. Tidak sedikit orang yang menilai para pelaku teror sebagai “bukan manusia”. Lalu, semanusia apakah kita?

#KamiTidakTakut, benarkah? Pertama, saya akan membahas tagar #KamiTidakTakut yang begitu viral. Apakah kita benar-benar tidak takut atau justru tagar itu merupakan salah satu mekanisme pertaha…

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berbeda, menyadari bagaimana perasaan orang …