Skip to main content

Kenapa Resolusi Itu Penting?

Sepenting apa resolusi buatmu? Bagi sebagian orang, resolusi mungkin adalah sesuatu yang dianggap penting untuk bisa mencapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan hadir di masa mendatang. Bagi sebagian lagi, resolusi mungkin hanya formalitas untuk membuat hidup seolah-olah terencana dengan baik. Bagi sebagiannya lagi, resolusi mungkin bukan sesuatu yang penting sehingga mereka tidak memasukkan resolusi ke dalam to-do list akhir tahun.
Saya sendiri sempat berpikir bahwa resolusi adalah hal yang sangat penting dan mau tidak mau harus dicapai secara ambisius. Jika tidak, saya akan kecewa dengan diri sendiri dan merasa gagal jika tidak bisa merealisasikannya. Tapi, kemudian resolusi yang berakar ambisi itu tiba-tiba mengubah mindset saya secara perlahan-lahan. Saya mulai terlalu “keras” pada diri sendiri hingga akhirnya merasa kalah dan tak berdaya.
Apakah itu makna resolusi? Tidak. 
Kemudian, saya pun mulai berpikir untuk menghabiskan waktu akhir tahun dengan bersenang-senang tanpa perlu memikirkan apa saja hal-hal yang perlu saya wujudkan di tahun mendatang. Saat itu, resolusi tidaklah penting sebab selalu saja ada yang gagal dari rencana yang saya buat dan saya menjadi sangat frustrasi jika itu terjadi.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya menjadi semakin matang dan menganggap bahwa resolusi bukan hanya sekadar cita-cita yang wajib diwujudkan. Lebih dari itu, resolusi adalah semacam semangat optimisme sekaligus spirit elan vital yang membuat hidup jauh lebih bermakna. Jadi, apa makna resolusi yang sebenarnya?
resolusi 2020
© Pexels

#1: Cara kamu menciptakan sesuatu
Resolusi sering kali dibuat dalam daftar sederhana yang bukan berisi capaian besar seperti “ingin menjadi penulis” atau “ingin menelurkan buku” di tahun berikutnya. Terkadang, resolusi dibuat dalam daftar kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa membangun diri kita untuk bisa lebih besar dan bermakna.
Misalnya, to-do list berisi kebiasaan bangun pagi, makan sehat, atau sekadar jalan-jalan rutin bersama keluarga di akhir pekan untuk membuat hidup lebih seimbang menjadi bagian yang sering kali dianggap remeh dan tidak masuk ke dalam kategori resolusi. Padahal, hal-hal besar lahir dari sesuatu yang kecil. From zero to hero. Bagi saya yang sekarang, inilah makna resolusi: menciptakan hal-hal besar dari yang kecil.
Dari hal-hal sederhana seperti bangun untuk bekerja di pagi hari hingga mimpi sekali seumur hidup seperti melihat Tembok Besar Tiongkok, hal-hal dilakukan karena kita memperlakukan mereka seperti tujuan yang harus dicapai.
#2: Bahasa otak manusia
Mengutip Psychology Today, salah satu fungsi terpenting otak paling mutakhir dalam hidup manusia adalah fungsi eksekutif, yaitu kemampuan kognitif yang berkembang untuk memungkinkan kita menetapkan dan mencapai tujuan-tujuan hidup. Fungsi otak inilah yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Jika makhluk lain bereaksi menurut insting, maka kita sebagai manusia cenderung mengambil tindakan berdasarkan rencana. Jadi, resolusi secara implisit menunjukkan sisi kemanusiaan yang selama ini tidak kita sadari.
#3: Resolusi membuat hidup jadi lebih bermakna
Segala sesuatu yang terencana tentu membuat apa yang akan kita lakukan menjadi lebih jelas. Hal inilah yang memungkinkan kita untuk tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak kita inginkan. Meski terkadang hal-hal random membuat kita merasakan pengalaman tak terduga, jauh lebih baik jika kita menghadapi pengalaman-pengalaman mengejutkan ketika kita sudah merencanakan sesuatu. Dengan begitu, kita akan bisa lebih jelas melihat akar masalah.
Selain itu, tujuan-tujuan yang dibuat dalam daftar resolusi juga membuat kita merasa semakin baik dan bermakna. Penelitian membuktikan bahwa reaksi emosional paling dasar yang dimiliki manusia adalah kebahagiaan yang diperoleh dari pencapaian-pencapaian yang kita lakukan. Terlibat aktif dalam mengejar tujuan yang ingin dicapai akan mengaktifkan pusat kesenangan otak, bagaimana pun hasilnya. Itulah sebabnya kita sering mendengar kalimat “proses lebih penting daripada hasil”. Manusia cenderung mendapatkan lebih banyak kesenangan ketika mengejar sesuatu daripada mendapatkannya.
#4: Kamu tahu posisimu
Eksistensi tidak hanya dirumuskan berdasarkan seberapa banyak kamu mendapatkan sesuatu, tetapi juga seberapa banyak hal yang sudah kamu lakukan. Dalam setiap aspek kehidupan,  manusia mencapai posisi tertentu melalui tujuan. Kemajuan terjadi dan eksistensi hadir ketika seseorang menetapkan, mengejar, dan mencapai tujuan. Tanpa tujuan, kita akan kebingungan yang pada akhirnya menempatkan kita di posisi yang stagnan.
#5: Cara kamu tetap terkoneksi
Menjadi kesepian dan tidak terkoneksi dengan apa pun yang hadir di sekitar kita adalah sesuatu yang menyedihkan. Dengan resolusi, kita akan membuat hal-hal lama maupun baru yang membuat kita tetap terhubung dengan apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, apa yang kita rasakan, bahkan siapa yang ingin kita temui.
Jadi, seberapa penting resolusi menurutmu? Selamat beresolusi!

Comments

  1. Saya termasuk golongan yang menganggap resolusi emggak penting, tapi ebberapa hari lalu banyak merenung, ingin mencapai hal-hal di tahun yang akan datang. Sepertinya sudah kena virus resolusi. Dan itu ternyata menyenangkan.

    Salam kenal kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,

      Terima kasih sudah berbagi pengalaman di laman #PerempuanSufi. Semoga konten selanjutnya juga bisa menginspirasi, ya.

      Salam kenal :-)

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

© Janko Ferlic from Pexels Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng- cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women , disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik . Mitos kecant