Skip to main content

Mengenal 4 Jenis Intuisi, Kamu yang Mana?

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbicara dengan seorang sahabat terkait intuisi. Lantas, apakah setiap orang memiliki intuisi? Tentu. Tapi, ada orang yang sangat sensitif dan ada yang tidak sehingga tidak semua orang bisa melakukan sebuah tindakan berdasarkan intuisi yang mereka punya.

Intuisi sendiri merupakan kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa penalaran rasional atau intelektual. Artinya, seseorang bisa saja mengetahui suatu hal tanpa teori lain yang mendahuluinya. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai firasat.

Jenis-jenis intuisi
Jenis-jenis Intuisi © Elizaveta from Pexels

Apakah intuisi bersifat akurat?

Mengutip Psychology Today, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa intuisi tidak hanya lebih cepat dari refleksi, tetapi juga lebih akurat. Hampir setiap manusia bisa menilai seseorang berdasarkan kesan pertama, mulai dari foto, gestur, sampai kata-kata yang diucapkannya. Artinya, intuisi relatif bersifat akurat kalau kita benar-benar memperhatikannya.

Menurut psikolog Sascha Topolinski dari University of Cologne di Jerman, intuisi adalah sesuatu yang emosional yang membuat manusia percaya diri dalam sebuah ide. Sayangnya, ada sebagian orang yang terlalu percaya pada intuisi mereka sehingga bersikap keukeuh dan tidak memperhatikan aspek lainnya.

Penilaian intuitif yang kurang objektif justru akan membuat kita “terjerumus” pada sesuatu yang salah. Oleh karena itu, dibutuhkan latihan intens untuk mengasah intuisi agar selalu bersifat objektif dan akurat.

Apakah satu orang bisa punya beberapa jenis intuisi?

Kali ini, kita akan membahas empat jenis intuisi yang mungkin juga kamu alami. Setiap orang bisa punya satu atau lebih intuisi, bahkan bisa saja memiliki semua jenis intuisi berikut ini.

#1: Clairvoyance

Intuisi yang satu ini mengacu pada pelihatan atau visi seseorang dalam melihat sesuatu, seperti masa lalu atau masa depan. Visualisasi yang biasanya ditangkap oleh orang-orang dengan jenis intuisi ini tidak selalu bersifat jelas. Bisa berbentuk adegan, potongan-potongan kejadian, simbol-simbol, warna, atau visi lain yang tidak jelas (buram). Saya sendiri sering mengalami intuisi jenis ini ketika berhadapan dengan orang-orang tertentu, seperti melihat potongan kejadian yang akan atau telah terjadi terkait seseorang atau suatu tempat.

#2: Clairaudience

Orang yang memiliki intuisi jenis ini sering kali mendengar bisikan-bisikan di dalam pikirannya sendiri. Tapi, bukan seperti suara-suara hantu yang menyiksa dan menakutkan ya. Suara di sini lebih mengacu pada pesan misterius yang muncul dari luar maupun dalam diri seseorang untuk menjawab atau melakukan sesuatu. Misalnya, saya pernah tiba-tiba mengucapkan kalimat ini kepada orang yang saya sayangi, “Gimana kalau ini hari terakhir kita ketemu?”

Saat itu, yang saya lakukan hanya mengucapkan apa yang saya “dengar”. Beberapa bulan kemudian, hubungan saya dengan orang tersebut berakhir dan saya menyadari bahwa kalimat terakhir saya untuknya adalah bagian dari intuisi clairaudience saya.

#3: Clairsentience

Jenis intuisi yang satu ini muncul dalam bentuk perasaan dan ini adalah jenis intuisi yang paling umum dimiliki oleh manusia. Orang-orang menyebutnya dengan istilah gut instinct, yaitu kemampuan atau naluri untuk membaca emosi orang lain atau merasakan energi kolektif sebuah ruangan. 

Saat berhubungan dengan orang lain, baik orang baru maupun lama, saya sering kali merasakan emosi mereka terlebih dahulu. Dengan begitu, saya mengetahui kalimat apa saja yang sebaiknya saya ucapkan atau saya hindari. Sementara itu, intuisi jenis ini juga bisa muncul ketika saya memasuki sebuah ruangan, bangunan, atau bahkan melihat benda-benda tertentu.

#4: Claircognizance

Apakah kamu pernah mengetahui sebuah jawaban atau mendapatkan solusi yang tiba-tiba muncul di pikiranmu tanpa tahu sebabnya? Inilah yang disebut claircognizance. Jenis intuisi ini sering disebut juga sebagai firasat. Orang-orang dengan jenis intuisi ini sering kali mendapatkan informasi secara spontan tanpa mengetahui secara persis dari mana sumbernya.

Dari empat intuisi di atas, apakah kamu punya salah satunya? Share pengalamanmu di kolom komentar, yuk!

Comments

  1. Aku pernah ngalamin semuanya, Ka. Jadi, aku pikir itu cuma kebetulan aja.

    Setelah baca ini jadi tau deh, oh itu bagian dari intuisi ternyata. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kadang banyak juga orang yang nganggepnya kebetulan. Padahal, sebelum ngasah intuisi, ya kita juga mesti sadar dulu kan sama intuisi yang kita punya 😄

      Delete
  2. Clairaudience saya ini sih sering dapat bisikan dan kalo dilakuin beneran terjadi tp akhir2 ini saya "bandel" mencoba ga dengar bisikan tersebut ujung2nya nyesel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih sudah berbagi pengalaman. Mulai sekarang, yuk lebih denger intuisi
      🌻

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini! Spiritual Awakening © Retha Ferguson via Pexels Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran s

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. © Pixabay via Pexels Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berb

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan.  © Pexels #1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirk

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini? © Luis Quintero from Pexels Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi , Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan)

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

© Janko Ferlic from Pexels Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng- cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women , disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik . Mitos kecant