Skip to main content

Empath dan Fenomena Supermoon

Salah satu fenomena alam yang bisa dilihat dari berbagai belahan dunia adalah supermoon, yaitu ketika bulan mencapai fase penuh dan berada pada titik terdekat dari planet bumi. Tahun ini, supermoon terakhir akan muncul pada 6-9 Mei 2020 dengan puncaknya terjadi pada 7 Mei 2020. Sebagian orang menyebutnya flower moon karena bertepatan dengan datangnya musim semi.
Mengutip Kompas.com, Peneliti Sains Antariksa LAPAN Bandung Johan Muhammad mengatakan kalau supermoon kali ini akan menjadi yang terakhir di tahun 2020 dan fenomena serupa akan kembali terjadi pada Maret 2021. Pada supermoon kali ini, fase puncak purnama akan terjadi berdekatan dengan waktu tenggelamnya matahari di kebanyakan wilayah Indonesia.
Sayangnya, fenomena ini tidak selamanya membawa kebahagiaan. Bagi sebagian orang, terutama empath, ada vibrasi energi yang bisa membuat kondisi metafisik seseorang menjadi kurang baik. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengalami masalah fisik ketika menghadapi supermoon.
Seorang pakar psikis bernama Glittermoon mengatakan bahwa seseorang yang diberi anugerah sebagai empath atau highly sensitive person (HSP) biasanya akan merasakan kondisi fisik yang tidak lazim, kecemasan, hingga depresi. Jika orang-orang seperti ini tidak memiliki siapa pun untuk diajak berbicara dan berbagi energi, maka mereka akan merasa “ngawang”. 
Sebagian empath biasanya akan merasakan efek supermoon ini tiga hari sebelum dan sesudahnya. Efeknya bermacam-macam, ada yang mengalami gejala fisik seperti tidak enak badan, merasa dingin dan menggigil, sampai sakit kepala atau migrain. Ada juga yang mengalami gejala psikis seperti merasa sedih, kesepian, dan emosional.
Dulu, saya sering mengalami momen ketika sedih, kesepian, dan berbagai emosi berkecamuk tanpa sebab. Untuk menjaga kewarasan, akhirnya saya sering kali menulis atau melukis. Pernah suatu hari, saya menulis sebuah puisi tentang purnama ketika merasa kesepian dan keesokan harinya barulah saya sadar kalau itu adalah salah satu pertanda kehadiran purnama. Sejak saat itu, saya mulai mengenali gejala-gejala alam yang muncul dalam diri saya sendiri.
Apa hubungan bulan purnama dan manusia?
Hubungan Manusia dan Bulan
© Kevin Bidwell via Pexels
Pada hakikatnya, manusia dan alam adalah satu kesatuan. Ketika alam sebagai entitas yang lebih besar merasakan sesuatu, tentu akan berdampak terhadap makhluk yang ada di dalamnya. Sama seperti ketika ibu hamil mengalami rasa sakit, maka janinnya pun akan terkena imbasnya.
Supermoon memiliki daya tarik energi yang kuat melalui gravitasi. Ketika tarikan gravitasi sedang berada di puncaknya, maka pergerakan pasang surut bumi pun menjadi lebih tinggi. Inilah yang menyebabkan daya tarik energi pada manusia dan entitas semesta lainnya menjadi lebih tinggi dari biasanya. Karena bumi dan tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air (hingga 75%), maka frekuensi pasang surutnya pun akan semakin besar.
Paparan energi yang besar saat supermoon membuat manusia menjadi semakin emosional. Pada fase inilah biasanya manusia, terutama empath, akan mengalami kecemasan dan mengalami gangguan tidur, bahkan mimpi buruk yang lebih intens.
Mengutip Merdeka.com, sebuah penelitian dari Swiss menemukan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tidur saat purnama menunjukkan adanya keterkaitan antara sinar terang bulan purnama dengan kadar melatonin dalam tubuh yang menurun. Selain itu, studi yang pernah diterbitkan Sleep Medicine juga menemukan bahwa banyak orang mengeluh kesulitan tidur saat bulan purnama.
Supermoon dapat mempengaruhi manusia, baik secara fisik maupun emosional, sehingga kita perlu memperhatikan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh dan jiwa kita agar gejala-gejala tersebut bisa dikenali dan diantisipasi di kemudian hari (saat terjadi fenomena alam serupa).
Supermoon, kontemplasi, dan kesadaran spiritual
Bulan memiliki frekuensi energi khusus yang berkaitan dengan unsur air, seperti perasaan dan emosi, alam bawah sadar, dan intuisi. Karena empath sangat sensitif terhadap hal-hal tersebut, maka perubahan alam pun akan lebih terasa dampaknya. Getaran supermoon yang kuat membuat empath dan HSP lebih peka, intuitif, dan sadar akan energi yang ada di sekitar kita.
Bagi sebagian orang, dampak supermoon mungkin tidak terasa signifikan. Tapi, empath dan HSP akan merasakannya sebagai sesuatu yang luar biasa. Oleh karena itu, dalam perspektif spiritual, supermoon dianggap sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran spiritual. Ketika kita merasakan energi yang sangat besar dari semesta, maka kita “dituntut” untuk berkontemplasi dan mengintrospeksi aspek kehidupan yang selama ini kita jalani.
Perubahan semesta dalam fenomena ini menunjukkan bagaimana energi semesta berperan penting dalam kehidupan manusia. Ada sebagian orang yang merasa gelisah karena berupaya melepaskan energi masa lalu yang tiba-tiba muncul, ada juga yang berupaya menahan badai energi yang berasal dari masa depan. Momen inilah yang kemudian perlu disikapi secara sadar sehingga kita bisa mengelola energi yang hadir dengan cara-cara yang baik.
Seperti halnya peristiwa kosmik lainnya, supermoon merupakan momen bagi kita untuk bertumbuh, berkembang, dan bergerak melampaui cara lama yang selama ini melingkupi kita. Jadi, terimalah energi semesta ini dan bersiaplah untuk menghadapi kebangkitan spiritual setelahnya!

Comments

  1. Saya Empath Dan Saya selalu merasakan koneksi tersendiri setiap Bulan Purnama, tapi bkn dlm artian Negatif, Saya merasa justru bahwa fase bulan Purnama adalah waktu yg tepat dan menyenangkan bagi saya untuk cleansing energy dan healing. Saya bahkan sempat membuat water moon utk therapy dan affirmasi. Selain itu Saya terhubung dgn Twinflame Saya yg memiliki mama belakang Purnama, sehingga koneksi yg terjadi setiap Bulan Purnama selalu instens.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih sudah berbagi pengalaman dengan #PerempuanSufi. Senang sekali bisa tau cerita positifmu saat purnama.

      Yup, buat sebagian orang yang energinya sudah stabil, purnama justru akan memberikan power yang besar. Sayangnya, belum semua orang (empath) bisa menerima power yang besar seperti itu, makanya banyak yang masih "kaget" seperti yang dijelaskan di artikel ini.

      Stay positive and spread positivity, ya ❤️

      Delete

Post a Comment

Bacaan Populer

Apakah Kamu Seorang Empath?

Pernah merasa cemas, sedih, atau marah tanpa sebab yang pasti? Atau bahkan merasakan gejala fisik yang kuat tanpa alasan logis? Mungkin, kamu adalah seorang empath. Sebelum mengenal diri saya sebagai empath, saya selalu merasa ada yang salah dengan diri saya. Terlebih, saya juga pernah disinyalir menderita kepribadian ganda di usia muda. Namun, pada saat itu, saya berpikir bahwa itu hanya sebagian kisah dari pencarian jati diri. Setelah berkelana sampai ke palung diri yang paling dalam dan bertemu sesama empath, saya pun sadar bahwa kami punya gift yang cukup unik dan mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebelum mengenal diksi empath, saya lebih sering menyebut diri saya sebagai “energian”, yaitu orang yang punya sensitivitas tinggi terhadap energi. Empath dan HSP Empath adalah orang yang sangat peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya sehingga merasakan emosi tersebut di dalam dirinya. Seorang empath cenderung melihat dunia secara berbeda, menyadari bagaimana perasaan orang …

Spiritual Awakening, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Bagi sebagian orang, istilah spiritual awakening mungkin terdengar asing. Tapi, bisa jadi mereka semua pernah atau bahkan sedang mengalaminya. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah “pencerahan” atau “kebangkitan spiritual”, sebagian lagi menyebutnya “kesadaran spiritual”. Dalam tulisan ini, saya akan menyebutnya sebagai kesadaran spiritual karena bagi saya, setiap orang sudah mengalami perjalanan spiritual sejak lahir. Namun, tidak semua orang menyadarinya.  Sebagian orang mungkin akan merasakan kedamaian tersendiri saat mengalaminya, tapi ada juga sebagian orang yang justru merasakan hal-hal lain di luar kendali, seperti merasa ada yang berbeda dengan dirinya sendiri, kemelut pikiran dan hati, sampai merasakan adanya gangguan mental yang sering kali dianggap sebagai penyakit. Untuk lebih memahaminya, mari kita perjelas dulu batasan kesadaran spiritual ini!
Apa itu kesadaran spiritual? Ketika seseorang melalui kesadaran spiritual, seluruh dunia di luar fisik atau bisa kita sebut sebag…

Bukan Cuma Indigo yang Punya Sixth Sense

Beberapa kali saya tidak sengaja meramal kedatangan bencana atau kematian dan sering kali pula saya mengajukan pernyataan yang tepat saat pertama kali bertemu dengan orang-orang baru. Respon mereka rata-rata sama. Sama-sama bertanya, “Kamu indigo?” Padahal, tidak semua orang yang memiliki sixth sense atau indera keenam termasuk ke dalam kategori indigo. Ada juga beberapa jenis karakteristik jiwa yang dianugerahi kelebihan serupa. Nah, kalau kamu juga merasa atau sering disebut indigo, coba kenali karakteristikmu yang sesungguhnya. Apakah memang benar-benar indigo atau bukan. 
#1: Indigo Istilah anak indigo muncul pada era 1960-an dan 1970-an, periode revolusioner ketika terjadi perubahan dalam kesadaran dunia. Orang-orang indigo adalah orang yang tenang dan cinta damai. Mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menaklukkan energi negatif, melainkan cahaya yang kemudian kita sebut aura. Mereka sangat sensitif baik secara emosional maupun lingkungan, serta dilahirkan dengan tingkat intelektu…

Mitos Kecantikan dan Budaya Patriarki dalam Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

Sore ini, untuk ke sekian kalinya, telinga saya digandrungi oleh lagu islami berjudul “Aisyah Istri Rasulullah”. Sekilas, nadanya cukup mudah diingat dan terdengar romantis sehingga saya berniat untuk ikut meng-cover lagu tersebut. Seperti biasa, saya akan terlebih dahulu menghafal liriknya sebelum bernyanyi. Sayang seribu sayang, niat saya untuk berpartisipasi memviralkan lagu tersebut terhenti saat menemukan liriknya yang berbunyi kulit putih bersih merahnya pipimu. Kenapa? Dalam buku berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women, disebutkan bahwa penyebutan kulit putih merupakan salah satu mitos kecantikan yang diproduksi kapitalisme dalam industri kecantikan untuk mengontrol otoritas perempuan atas tubuhnya. Dalam konteks ini, budaya patriarki tidak berupaya mendominasi tubuh perempuan secara fisik, tetapi menghegemoninya secara psikis sehingga banyak perempuan yang terjebak pada mitos putih-itu-cantik. Mitos kecantikan sendiri merupakan bagian dari alat femin…

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Baru-baru ini, teman baik saya mengirimkan thread Twitter soal Hawa yang mendorong saya untuk kemudian mengenal perempuan pertama di muka bumi ini secara lebih dekat.  Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini?
Benarkah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Menurut tradisi Yahudi, Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira, disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan sehingga Tuhan mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan) harus menaati Adam (laki-laki). Kisah tentan…